Search
Menu
Mode Gelap

Ramah Musafir, Masjid Al-Hidayah PRM Gempolpading Dapat Apresiasi dari Rombongan Ponpes Takmirul Islam Solo

Ramah Musafir, Masjid Al-Hidayah PRM Gempolpading Dapat Apresiasi dari Rombongan Ponpes Takmirul Islam Solo
Beberapa musyrif dan musyrifah terlihat asyik menikmati koleksi buku di PerpustakaanMU Masjid Al-Hidayah. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Masjid Al-Hidayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gempolpading, Pucuk, Lamongan kembali menunjukkan komitmennya sebagai masjid yang ramah bagi para jamaah.

Pada Jumat (14/11/2025), masjid ini kedatangan rombongan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Takmirul Islam Solo yang tengah melanjutkan perjalanan rihlah menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Rombongan yang terdiri dari empat musyrif, lima musyrifah, dan satu pengasuh tersebut telah menghubungi pihak masjid satu hari sebelumnya.

Pengasuh Ponpes Takmirul Islam, Ustaz Wazir Tamami, menjelaskan bahwa ia mengetahui Masjid Al-Hidayah sebagai masjid yang buka 24 jam dan ramah terhadap para musafir sejak bertemu dengan perwakilan masjid dalam kegiatan Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award di Solo.

Sesampainya di lokasi, Ustaz Wazir menyampaikan kesannya terhadap keberadaan fasilitas masjid.

“Masjid di kampung atau pedesaan kok rasanya seperti di perkotaan ya?,” ujarnya.

Menurutnya, sarana dan prasarana masjid sangat lengkap, mulai dari PerpustakaanMU, KL Lazismu, hingga Kantor Takmir yang indah, luas, dan nyaman.

“Selain itu, tersedia kamar tidur untuk ustaz, imam, dan muadzin, serta tempat istirahat bagi musafir yang ingin menginap dengan fasilitas yang buka 24 jam. Lapangan depan masjid pun cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan,” sambungnya.

Ustaz Wazir juga mengapresiasi keberadaan pohon penghijauan dan tanaman hias di sekitar masjid yang merupakan bagian dari Usaha Ekonomi Masjid.

“Yang menarik, terdapat pohon penghijauan dan tanaman hias di sekitar masjid yang merupakan bagian dari Usaha Ekonomi Masjid,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa Masjid Al-Hidayah layak masuk dalam nominasi CRM Award.

“Pantas jika Masjid Al-Hidayah masuk nominasi CRM Award,” pungkasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mengetahui kedatangan rombongan, Pemuda Masjid Al-Hidayah segera melakukan koordinasi dengan cepat. Ruang istirahat untuk laki-laki disiapkan di lantai dua masjid, sementara rombongan perempuan ditempatkan di Rumah Qur’an Qolbun Salim.

Para pemuda juga menyiapkan teh hangat, jajanan seperti pisang godog dan keripik pisang, serta membantu memberikan sandi WiFi dan menunjukkan berbagai fasilitas yang ada di masjid.

Ketua Masjid Al-Hidayah, Adib Dzunnur’ain, menjelaskan bahwa di lantai bawah terdapat enam kamar mandi untuk laki-laki, tiga di antaranya sudah dapat digunakan, sementara tiga lainnya masih dalam proses perbaikan. Di lantai dua, tersedia satu kamar mandi tambahan.

“Untuk perempuan, tersedia tiga kamar mandi yang semuanya sudah siap digunakan. Secara keseluruhan, Masjid Al-Hidayah memiliki sepuluh kamar mandi sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi masjid yang ramah anak, lansia, dan musafir,” terangnya.

Beberapa musyrif dan musyrifah terlihat asyik menikmati koleksi buku di PerpustakaanMU Masjid Al-Hidayah, sementara para musyrif langsung beristirahat di lantai dua.

Setelah Salat Subuh, para tamu memanfaatkan kamar mandi yang baru saja selesai direnovasi. Kamar mandi tersebut dalam kondisi bersih, wangi, dan rapi, sesuai dengan motto masjid.

Adib Dzunnur’ain menyampaikan rasa syukur atas kedatangan rombongan tersebut. Ia berharap bahwa layanan kecil ini dapat menjadi amal jariyah sekaligus memperkuat peran masjid sebagai tempat yang memakmurkan dan menghidupi jamaah serta masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Masjid Al-Hidayah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sebagai masjid pemuda yang aktif berkarya dan menebar kebermanfaatan. (*)

 

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments