Tiga Pilar Utama BTM
BTM sebagai gerakan dakwah ekonomi Persyarikatan setidaknya memiliki tiga pilar: tata moral, tata kelola, dan tata sejahtera. Tiga pilar ini sama dengan yang dilakukan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat Madinah atau madani.
Mukhaer mengatakan, pada BTM tiga pilar tersebut menjadi modal untuk membangun kekuatan ekonomi. “Yakni tata moral, tata kelola, dan tata sejahtera,” tandasnya.
Bagi Mukhaer, BTM harus memiliki kebijakan dan regulasi yang jelas serta SOP yang tepat. “Dan tata sejahtera dengan simbol pasar sebagai kekuatan ekonomi,” ungkapnya.
Berangkat dari spektrum gerakan sosial ekonomi, kata Mukhaer, secara institusional Muhammadiyah memiliki potensi yang besar sebagai kekuatan ekonomi baru di Indonesia melalui pengembangan dan pendirian AUM berorientasi bisnis.
Kata Mukhaer, jangan sampai Muhammadiyah maju, tetapi ekonomi warganya compang-camping. “Muhammadiyah maju, warganya sejahtera,” katanya.
Dijelaskannya, Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah berupaya membuat ekosistem yang harapannya BTM mampu memback-up dari sisi produksi, distribusi, dan konsumsi.
Harapannya, BTM atau Bank Muhammadiyah sebagai pilar keempat menjadi Pusat Keuangan Mikro Muhammadiyah dalam rangka memback-up produksi, distribusi, dan konsumsi. BTM harus memiliki jaringan yang mengakar di bawah sebagai kekuatan.
Mukhaer berpesan, berkhidmat di BTM adalah bagian dari dakwah bil hal. Tidak hanya BTM yang menjadi contoh teladan dalam kinerja baik, tetapi pribadi juga dapat menjadi teladan uswatun hasanah.
“Para pengurus tidak hanya memikirkan BTM, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” kata Mukhaer.
Penulis Fan Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments