
PWMU.CO – Suasana penuh berkah menyelimuti SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik pada Jumat (11/7/2025). Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta favorit yang berlokasi di Jalan KH Kholil No. 90, Kota Gresik, dipadati oleh para wali murid yang mengantarkan putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh bapak dan ibu guru, bekerja sama dengan para siswa dari Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemutu Gresik.
Sebanyak 110 siswa baru memadati lingkungan sekolah, bukan untuk memulai pelajaran, melainkan untuk mengikuti kegiatan Pra-forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) yang berlangsung meriah dan penuh semangat.
Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi jembatan penting yang menghubungkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, nilai-nilai Muhammadiyah, serta mempersiapkan mereka secara matang untuk mengikuti kegiatan Fortasi yang akan berlangsung pada Senin-Jumat (14-18/7/2025) mendatang.
Kelancaran acara serta antusiasme tinggi dari para siswa dan orang tua menjadi bukti nyata keberhasilan program orientasi dini ini.
Sejak pagi, aura kegembiraan sudah terasa di gerbang sekolah. Para siswa baru, mengenakan seragam rapi, berdatangan didampingi orang tua masing-masing. Pemandangan ini merefleksikan betapa besar perhatian dan dukungan keluarga terhadap langkah awal pendidikan putra-putri mereka di Spemutu Gresik.
Panitia Pra-fortasi, yang terdiri dari para guru dan anggota IPM, menyambut para peserta dengan senyum ramah serta panduan yang jelas, sehingga setiap siswa baru merasa nyaman dan dihargai. Kegiatan Pra-fortasi diawali dengan sesi pembukaan di Aula Al-Qolam, lantai dua, yang dipandu oleh siswa IPM Spemutu dengan pendampingan dari Guru Pembina, Yatik SPd.
Dalam sambutannya, Miss Yatik, begitu sapaan akrabnya, menjelaskan mengenai tujuan adanya fortasi.
“Fortasi merupakan sarana untuk mengenal lebih dalam identitas Muhammadiyah, membangun karakter islami, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara sesama siswa,” ujarnya.
Sambutan yang inspiratif tersebut disambut tepuk tangan meriah, menandakan resonansi positif yang tercipta.
Sesi selanjutnya yang dinanti-nantikan adalah penjelasan detail mengenai Fortasi. Dalam sesi ini, panitia memaparkan rangkaian kegiatan Fortasi yang edukatif, interaktif, dan tentunya menyenangkan. Penjelasan mencakup perlengkapan yang harus dibawa hingga pembuatan ID card peserta yang menarik dan kreatif.
Para siswa baru tampak begitu fokus menyimak, beberapa di antaranya sesekali mencatat poin-poin penting. Atmosfer kekeluargaan yang kental terasa sepanjang kegiatan berlangsung, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa baru untuk merasa diterima dan didukung.
Momen puncak dari Pra-fortasi ini adalah sesi simulasi kecil dan penjelasan teknis mengenai perlengkapan yang akan digunakan selama Fortasi. Para siswa diajak untuk memahami fungsi dan pentingnya setiap barang bawaan. Ini bukan hanya tentang daftar barang, tetapi juga tentang menanamkan rasa tanggung jawab dan kemandirian. Misalnya, dijelaskan mengapa membawa al-Quran kecil itu penting, atau mengapa harus mengenakan pakaian yang sopan dan rapi selama kegiatan.
Antusiasme siswa baru mencapai puncaknya saat mereka diperlihatkan berbagai contoh perlengkapan Fortasi beserta cara penggunaannya. Sorak sorai dan tawa renyah sesekali terdengar, menandakan bahwa mereka tak hanya menyimak dengan antusias, tetapi juga mulai membayangkan keseruan Fortasi yang akan datang. Dari ekspresi wajah mereka, terlihat jelas bahwa rasa ragu dan gugup telah sirna, berganti dengan semangat membara untuk menyongsong petualangan baru di Spemutu Gresik.
Di akhir acara, seluruh siswa baru dan orang tua berkumpul kembali. Wajah-wajah mereka memancarkan kelegaan dan optimisme. Pra-fortasi ini tidak hanya sukses dalam mempersiapkan logistik dan teknis, tetapi juga berhasil menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa baru dan meyakinkan orang tua bahwa putra-putri mereka berada di tangan yang tepat.

Dengan berakhirnya Pra-fortasi ini, Spemutu Gresik telah menunjukkan komitmennya dalam menyambut generasi baru dengan tangan terbuka. Kegiatan ini bukan hanya sebuah persiapan, melainkan sebuah fondasi awal untuk membangun siswa-siswi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Semangat yang terpancar pada hari itu menjadi jaminan bahwa Fortasi yang akan datang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan penuh makna bagi 110 siswa baru ini. (*)
Penulis Bening Satria Prawita Diharja Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments