Suasana di SMK Muhammadiyah 1 (Mudisa) Surabaya pada Jumat (6/2/2026) terasa berbeda.
Bukan sekadar rutinitas akademik, ratusan siswa kelas XII berkumpul untuk mempertanggungjawabkan pengalaman profesional mereka dalam presentasi laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Agenda ini menjadi panggung bagi siswa untuk membuktikan bahwa masa magang —di berbagai instansi dan perusahaan mitra— bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan proses transformasi keterampilan teknis dan mentalitas kerja.
Fokus utama kegiatan ini terletak pada pemaparan hasil nyata yang dicapai siswa di industri.
Para penguji tidak hanya melihat ketebalan laporan, tetapi menggali sejauh mana siswa mampu memberikan solusi atas masalah yang mereka temui di lapangan.
Setiap presentasi menjadi bukti sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Salah satu sorotan utama datang dari Fatihul Fakhri, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Selama masa PKL, Fahri tidak hanya belajar teori desain, tetapi terjun langsung sebagai teknisi di balik layar yang mengelola infrastruktur live streaming berskala besar.
Capaiannya tidak main-main; ia terlibat dalam manajemen teknis siaran langsung berbagai acara penting, mulai dari promosi komersial hingga ajang olahraga nasional di berbagai kota di Indonesia.
“Selama PKL, saya benar-benar menerapkan ilmu DKV untuk kebutuhan broadcasting profesional. Saya belajar bagaimana mengelola visual secara real-time dan menjaga kualitas siaran tetap stabil di bawah tekanan acara nasional. Lingkungan yang suportif di tempat magang memungkinkan saya meningkatkan standar kerja saya jauh melampaui ekspektasi awal,” ungkap Fahri dengan bangga.
Selain capaian teknis seperti kemampuan mengoperasikan perangkat siaran mutakhir dan software desain tingkat lanjut, para siswa melaporkan pertumbuhan signifikan pada soft skills.
Hasil PKL menunjukkan peningkatan drastis dalam aspek disiplin waktu, kemampuan berkomunikasi dengan klien, serta ketangguhan dalam menghadapi kendala teknis di lapangan.
Laporan-laporan ini juga memuat evaluasi kritis terhadap budaya kerja di berbagai instansi mitra, yang menjadi masukan berharga bagi sekolah untuk memperkuat kemitraan industri.
Kegiatan yang berakhir pukul 11.00 WIB ini menjadi penanda kesiapan siswa menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Dengan tuntasnya presentasi ini, siswa kelas XII SMK Mudisa telah mengantongi bekal portofolio yang solid.
Kini, mereka melangkah mantap menuju Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) sebagai gerbang terakhir sebelum resmi menyandang status sebagai tenaga kerja terampil yang siap bersaing di era global.***






0 Tanggapan
Empty Comments