Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

RBC UMM dan Kak Seto Hadirkan Semangat Literasi di Festival Renjana Amerta Carita

Iklan Landscape Smamda
RBC UMM dan Kak Seto Hadirkan Semangat Literasi di Festival Renjana Amerta Carita
Kak Seto, bersama RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang. Foto: UMM
pwmu.co -

Festival Literasi Renjana Amerta Carita yang berlangsung di Wisata Sumber Sira, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada 12–14 September 2025, menghadirkan suasana berbeda.

Ajang peringatan International Literacy Day (ILD) 2025 ini kian meriah dengan kehadiran pegiat anak nasional, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, bersama RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kehadiran keduanya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen untuk terus mendorong gerakan literasi di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan, mereka berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung, khususnya anak-anak dan keluarga.

Salah satu daya tarik utama festival adalah “Mobil Terbang” atau Bakti Terhadap Bangsa, mobil perpustakaan keliling milik RBC Institute. Mobil ini dipenuhi ratusan koleksi buku bacaan anak yang disusun rapi dan siap dinikmati siapa saja.

Selama tiga hari festival, Mobil Terbang tidak pernah sepi dari kunjungan anak-anak yang tampak betah berlama-lama membaca.

Uswah, seorang guru pendamping peserta lomba mendongeng, mengaku kagum dengan respons murid-muridnya.

“Biasanya anak-anak lebih suka bermain handphone. Tapi kali ini mereka betah membaca di Mobil Terbang. Bahkan ada yang meminta untuk kembali lagi besok. Bagi kami, ini pengalaman yang berharga,” ujarnya dengan penuh semangat.

Tak kalah menarik, penampilan Kak Seto sukses mencuri perhatian. Dengan gaya khasnya yang ramah dan penuh canda, ia menyapa anak-anak sambil mengingatkan pentingnya menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

Kehadirannya semakin semarak dengan dukungan penampilan seorang ventriliquist yang membuat anak-anak tertawa riang.

“Festival literasi seperti ini memberi ruang bagi anak-anak untuk bertemu dengan buku sekaligus menemukan kegembiraan. Kami sangat senang bisa berpartisipasi dan berharap Mobil Terbang menjadi jembatan literasi yang dekat dengan masyarakat,” tutur Subhan Setowara, Direktur Eksekutif RBC Institute.

Selain kehadiran Mobil Terbang dan Kak Seto, rangkaian kegiatan festival juga dipenuhi aneka lomba dan pertunjukan seni anak. Mulai dari lomba mendongeng, lomba mewarnai, hingga panggung pertunjukan seni, semuanya dirancang untuk melatih kepercayaan diri, mengasah kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak pada bacaan.

Di setiap sudut festival, semangat literasi tampak hidup. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga belajar berekspresi, bercerita, dan berkarya bersama teman-temannya. Kehadiran Mobil Terbang menambah warna, karena anak-anak bisa langsung menikmati buku di lokasi acara.

Subhan menegaskan bahwa RBC Institute akan terus memperluas jangkauan Mobil Terbang ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Literasi adalah pintu masa depan. Setiap anak berhak memiliki akses ke buku dan bacaan yang bermutu. Karena itu, Mobil Terbang akan terus bergerak menghadirkan literasi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kolaborasi antara Kak Seto dan RBC Institute di Festival Literasi Renjana Amerta Carita menjadi penanda penting bahwa gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri.

Dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas, akademisi, orang tua, hingga pegiat anak nasional, sangat dibutuhkan agar literasi benar-benar tumbuh sebagai budaya bersama.

Festival ini akhirnya tidak hanya menjadi ajang perayaan International Literacy Day, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali tekad kolektif: bahwa literasi harus hadir sebagai ruang yang membahagiakan, menginspirasi, dan membuka jalan masa depan bagi generasi muda Indonesia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu