Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi 19 Tahun Lumpur Lapindo IMM Sidoarjo: Dosa dan Luka yang Masih Menyembur

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Lubang Baru, Luka Lama

Refleksi 19 tahun kejadian lumpur lapindo. (Istimewa/PWMU.CO)
Refleksi 19 tahun kejadian lumpur lapindo. (Istimewa/PWMU.CO)

Kemarahan mahasiswa bukan hanya pada sejarah yang dilupakan, tapi juga pada fakta bahwa masih terjadi praktik pengeboran di wilayah-wilayah sekitar lokasi semburan. Dalam orasi, disebutkan adanya indikasi “penggalian lubang baru” oleh pihak-pihak berkepentingan yang diselimuti proyek investasi energi.

“Jangan sampai kita biarkan luka lama dibuka kembali oleh keserakahan baru,” ujar salah satu orator.

Namun, hingga kini, pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap bungkam soal rencana jangka panjang pemulihan ekosistem dan kehidupan warga terdampak. Sementara PT Lapindo Brantas, sebagai entitas yang dulu disebut-sebut bertanggung jawab, telah menjelma menjadi bayang-bayang perusahaan yang lolos dari jerat keadilan.

Menolak Lupa, Menolak Diam

Refleksi ini tidak berhenti pada seremoni simbolik. IMM Sidoarjo bersama elemen masyarakat sipil merencanakan forum lanjutan untuk mendorong audit lingkungan dan membuka kembali kasus-kasus hukum yang pernah menggantung.

“Kita tidak butuh nostalgia, kita butuh keadilan,” tegas Bagus Yoga menutup acara.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hari itu, di antara lumpur yang mengering dan patung-patung manusia lumpur yang bisu, suara mahasiswa menggema lebih nyaring dari mesin-mesin kekuasaan. Sembilan belas tahun berlalu, tapi semburan itu belum berhenti—ia kini berupa suara rakyat yang menuntut agar sejarah tidak dihapus dan luka tidak dilupakan. (*)

Penulis KPK IMM Averroes Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu