Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi Idulfitri 1447 H: Khatib Ingatkan Tiga Golongan Pasca-Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Refleksi Idulfitri 1447 H: Khatib Ingatkan Tiga Golongan Pasca-Ramadan
Ust. Abdurachman Habibullah saat menyampaikan Khutbah Idulfitri (Tim Media Suara Muhammadiyah Ambulu/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Balekambang Paseban, Desa Paseban, pada Jumat pagi, 1 Syawal 1447 H atau bertepatan dengan (20/3/2026). Sejak fajar, ratusan jamaah memadati lapangan untuk melaksanakan salat Idulfitri. Di tengah kegembiraan hari kemenangan, jamaah mendapatkan pesan reflektif yang mendalam dari Khatib, Ustaz Abdurrachman Habibullah, S.Pd.

Dalam khutbahnya, Ustaz Abdurrachman mengajak jamaah merenungkan kembali kepergian bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa tampaknya hilal Syawal bukan sekadar penanda hari raya, melainkan tanda berakhirnya bulan penuh ampunan.

“Wajah-wajah orang yang kita cintai mungkin masih terbayang. Namun saat pulang nanti, sebagian dari mereka tak lagi bersama kita. Pertanyaannya, apakah kita punya jaminan akan bertemu Ramadan tahun depan?” ujarnya di hadapan jamaah.

Beliau kemudian menguraikan kondisi spiritual umat setelah ditinggalkan Ramadan ke dalam tiga golongan. Pertama, golongan mulia, yakni mereka yang bersungguh-sungguh mengejar rida Allah selama Ramadan dan terus istiqamah setelahnya. Kedua, golongan yang merugi, yaitu mereka yang beribadah dengan tekun selama Ramadan namun kembali lalai usai bulan suci berlalu.

Ustaz Abdurrachman mengutip QS. An-Nahl: 92, mengibaratkan mereka seperti wanita yang mengurai kembali benang yang sudah dipintal kuat. Ketiga, golongan celaka, yakni mereka yang tidak berubah sama sekali sebelum, saat, dan sesudah Ramadan. Kehidupan mereka, menurut beliau, digambarkan lebih sesat dari binatang ternak.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menjelang akhir khutbah, beliau menyampaikan tanda diterimanya amal Ramadan seseorang.

“Tanda diterimanya puasa adalah perubahan perilaku setelah Ramadan. Jika kita tetap rajin salat malam, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah, maka itu pertanda Allah menerima amal kita,” jelasnya seraya mengutip QS. Ar-Rahman: 60 bahwa balasan kebaikan adalah kebaikan pula.

Ustaz Abdurrachman mengajak seluruh jamaah Balekambang untuk tidak menyia-nyiakan usia yang tersisa. Ramadan boleh berlalu, namun pintu taubat selalu terbuka selama ruh belum sampai di kerongkongan. Ia menekankan pentingnya menjaga lembaran putih yang diperoleh selama sebulan penuh agar tidak kembali menghitam, serta menghidupkan nilai-nilai Ramadan dalam perilaku sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡