Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai acara Pelatihan Menulis Dinamika Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik pada Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan itu dihadiri oleh 87 peserta dari berbagai lembaga Aisyiyah di Kabupaten Gresik.
Momen istimewa terjadi ketika salah satu peserta, seorang guru dari Kelompok Bermain (KB) ABA 45 Bambe, berhasil mencatatkan rekor dengan jumlah halaman tulisan terbanyak dan berhak memperoleh hadiah dari panitia.
Acara yang berlangsung pada pukul 08.30 WIB di aula lantai 4 SD Muhammadiyah Manyar, Gresik ini dibuka secara resmi oleh Ketua PDA Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi di kalangan warga Aisyiyah, khususnya para guru KB-TK ABA serta para pengurus Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA)
Dalam sambutannya, Ketua LBSO PDA Kabupaten Gresik, Ayu Mira, S.T., S.Pd., menyampaikan bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga merupakan upaya untuk merawat ingatan dan menuliskan sejarah Aisyiyah.
“Melalui tulisan, kita dapat membagikan kisah perjuangan Aisyiyah di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Setiap guru dan kader Aisyiyah adalah saksi sejarah. Tugas kita ialah menuliskannya agar tidak terlupakan oleh waktu,” tutur Ayu bersemangat.
Dalam sesi praktik menulis, peserta diminta untuk menulis kisah inspiratif atau pengalaman mereka dalam kegiatan Aisyiyah.
Setiap peserta menerima instrumen yang telah dilengkapi dengan data dan fakta dari lapangan. Dari informasi tersebut, mereka kemudian menyusun kalimat demi kalimat yang menarik, disertai sentuhan emosional agar tulisan terasa lebih hidup.
Dari puluhan karya yang dikumpulkan, tulisan milik guru KB ABA 45 Bambe, Endah Suryani, S.Pd., menarik perhatian panitia karena memiliki jumlah halaman terbanyak, tersusun rapi, serta mengandung makna yang mendalam.
Berkat banyaknya halaman yang ia hasilkan, Endah menerima penghargaan “Rekor Halaman Terbanyak.” Tulisan tersebut terdiri dari 36 halaman yang berisi cerita sejarah tentang pembentukan KB ABA 45 Bambe yang berhasil ia tuliskan dalam karya literasinya.
“Ketika menulis, sering muncul pertanyaan baru yang akhirnya membuka informasi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Wawancara dengan narasumber dilakukan berkali-kali karena satu pertanyaan dalam instrumen bisa berkembang menjadi banyak jawaban,” kata Endah.
Panitia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi peserta lain untuk terus berkarya dan menulis secara konsisten.
“Bukan soal panjangnya tulisan, melainkan semangat dan keinginan belajar yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa budaya menulis bisa tumbuh dari mana saja, termasuk dari ruang kelas PAUD,” jelas Ayu.
Pelatihan menulis ini merupakan bagian dari program kerja LBSO PDA Kabupaten Gresik tahun 2025 yang fokus memperkuat budaya literasi di lingkungan Aisyiyah.
Melalui kegiatan ini, Aisyiyah Gresik berharap semakin banyak perempuan yang berani menulis, menginspirasi, dan menyebarkan manfaat melalui karya tulis yang bermakna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments