Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar kegiatan silaturahmi khusus bersama sejumlah awak media di Gresik yang selama ini aktif memberitakan perkembangan kampus.
Acara yang dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban ini berlangsung di sela-sela agenda Pengajian Ramadan yang digelar pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang bertempat di lingkungan kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Gresik ini berjalan secara “gayeng”.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi hangat antara jajaran rektorat dengan para jurnalis mengenai masa depan pendidikan dan peran media di Kabupaten Gresik.
Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa peran institusi pendidikan tidak bisa dipisahkan dari peran media massa.
Menurutnya, UMG memaknai upaya pencerdasan bangsa bukan semata-mata menjadi tanggung jawab tunggal pihak kampus, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, terutama media massa.
“Pencerdasan bangsa adalah misi besar yang membutuhkan sinergi. Mass media memiliki peran krusial dalam mendiseminasikan nilai-nilai edukasi dan informasi yang membangun kepada masyarakat luas,” ujar Prof. Khoirul di hadapan para jurnalis.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kolaborasi dengan awak media merupakan langkah yang sangat penting dan strategis.
Media dipandang sebagai jembatan informasi yang mampu mendekatkan inovasi serta prestasi kampus kepada publik.
Oleh karena itu, hubungan baik yang telah terjalin selama ini semoga dapat terus meningkat ke level yang lebih produktif.
Ke depan, Prof. Khoirul menyampaikan komitmennya untuk melibatkan media lebih intensif dalam berbagai program akademik maupun non-akademik.
Salah satu fokus utamanya adalah pada aspek riset dan pengabdian masyarakat.
UMG berencana menggandeng media dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitian agar memberikan dampak nyata dan dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat.
“Kedepan, kami ingin riset-riset yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa UMG tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi juga tersampaikan dengan bahasa yang populer melalui media. Begitu juga dengan program pengabdian masyarakat, kami akan lebih intensif menggandeng rekan-rekan media untuk bersama-sama menebar manfaat,” pungkasnya.***






0 Tanggapan
Empty Comments