Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor UMSURA Sampaikan Tiga Pesan Penting pada Pelantikan Dokter Periode IX

Iklan Landscape Smamda
Rektor UMSURA Sampaikan Tiga Pesan Penting pada Pelantikan Dokter Periode IX
Prof. Dr. Mundakir, S.Kep Ns, M.Kep menyampaikan tiga pesan pada lulusan dokter (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana haru dan bahagia menyelimuti Ballroom Hotel Wyndham saat Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) melantik Dokter Periode IX pada Rabu (11/02/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UMSURA, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep Ns, M.Kep mengawali dengan ucapan selamat kepada para dokter baru. Ia menyapa para lulusan dengan penuh kebanggaan.

“Kami ucapkan selamat kepada para dokter baru. Sekarang perasaannya bahagia semua ya? Kok tadi ada yang nangis, berarti nangis bahagia ya?” ujarnya, disambut senyum dan tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mundakir menyampaikan tiga pesan penting sebagai bekal para dokter menghadapi masa depan.

Pesan pertama, dokter masa depan tidak cukup hanya memiliki clinical excellence atau keunggulan klinis, tetapi juga harus policy aware, yakni memahami kebijakan kesehatan. Menurutnya, dokter adalah pemimpin dalam sistem kesehatan.

Banyak dokter saat ini melanjutkan studi ke Magister Hukum maupun Magister Administrasi Kesehatan sebagai bentuk kesiapan menjadi pemimpin yang memahami regulasi dan tata kelola layanan kesehatan.

“Kalau sistem layanan, pembuat regulasi, pemegang kebijakan itu tidak bisa dipahami, maka kita akan susah mewujudkan Indonesia Sehat,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pesan Direktur RSUD Dr. Soegiri, dr. Abdur Rohman, Sp.PD, bahwa seorang dokter tidak boleh berhenti belajar.

Pesan kedua, Rektor menyoroti adanya pergeseran tren layanan kesehatan dari cure ke care dan prevention. Ia menekankan bahwa fokus pada pengobatan saja tidak akan pernah cukup untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk dengan keterlibatan dokter di tengah masyarakat, tidak hanya di rumah sakit.

Indonesia saat ini menghadapi triple burden disease, yakni masih tingginya penyakit menular, meningkatnya penyakit tidak menular, serta munculnya penyakit baru atau emerging diseases. “Siapa yang mengira tiba-tiba ada Covid, tiba-tiba ada superflu. Mungkin ke depan masih ada banyak lagi kasus yang lain,” ungkapnya, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan tenaga medis.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pesan ketiga berkaitan dengan kemajuan teknologi. Prof. Mundakir menyatakan bahwa perkembangan teknologi adalah keniscayaan yang harus dihadapi. Namun demikian, fondasi utama seorang dokter tetaplah karakter, nilai, dan etika.

Mengutip studi The Lancet Commission on the Future of Health, ia menyebutkan bahwa karakteristik dokter masa depan adalah kasih sayang dan ethical judgement atau pertimbangan etik. “Teknologi bisa terus berkembang, tapi hati nurani dan karakter harus terus dipupuk,” pesannya.

Ia pun mengapresiasi pernyataan dr. Irvand Akmal yang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai moralitas, nilai agama, dan nilai kemanusiaan sebagai ciri khas lulusan UMSURA.

Kepada para wali lulusan, Rektor juga menyampaikan perkembangan Fakultas Kedokteran UMSURA yang terus bertumbuh. Saat ini, penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama telah menjaring 25 mahasiswa dan proses seleksi masih berlangsung.

Selain itu, UMSURA tengah mempersiapkan pembangunan gedung 18 lantai bernama Harmony Building sebagai fasilitas penunjang mahasiswa. Pembangunan ini merupakan bagian dari amanah para wali mahasiswa yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UMSURA.

“Segala yang bapak ibu keluarkan kepada Universitas Muhammadiyah Surabaya insyaAllah bernilai amal jariyah,” tuturnya, seraya memohon doa dan dukungan agar UMSURA terus berkembang dan berbenah demi mencetak dokter-dokter unggul dan berkarakter. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu