Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember: Ekoteologi Teguhkan Tanggung Jawab Kekhalifahan Manusia

Iklan Landscape Smamda
Rektor Universitas Muhammadiyah Jember: Ekoteologi Teguhkan Tanggung Jawab Kekhalifahan Manusia
Sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Jember pada Kajian Ramadan 1447 H/2026 M (Jabir/PWMU)
pwmu.co -

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi intelektual dan spiritual terhadap relasi manusia dengan alam semesta.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Pengajian Ramadan 1447 H/2026 yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Aula Ahmad Zainuri, Sabtu (21/2/2026).

Dalam forum yang mengangkat tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan,” rektor menyampaikan bahwa tema tersebut relevan dengan tantangan global yang dihadapi umat manusia saat ini, khususnya krisis lingkungan dan degradasi moral dalam memperlakukan alam.

“Saudara semuanya, Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang refleksi intelektual dan spiritual atas relasi kita dengan semesta. Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa krisis lingkungan, perubahan iklim, dan kerusakan alam merupakan persoalan serius yang membutuhkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, nilai keimanan tidak hanya berhenti pada kesalehan individual, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian ekologis sebagai bagian dari amanah kekhalifahan manusia di bumi.

“Melalui kajian ini, semoga akan ada pemahaman yang lebih utuh bahwa keimanan tidak berhenti pada kesalehan individu, tetapi terwujud dalam kepeduluhan ekologis dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, rektor juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra dan sponsor yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut dukungan dari lembaga keuangan dan institusi lainnya sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam memperkuat nilai keislaman dan kepeduluhan lingkungan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bank Central Asia, Bank Indonesia, Lazismu, Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, serta Syariah Medika Timur atas kontribusi mereka dalam mendukung kegiatan tersebut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dukungan dan kolaborasi yang diberikan merupakan wujud nyata sinergi dunia pendidikan, industri, dan lembaga keuangan dalam mendukung penguatan nilai-nilai keislaman dan kepeduluhan terhadap lingkungan. Semoga semua kontribusi menjadi amal jariah dan mendapatkan balasan dari Allah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, rektor juga menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu undangan atas keterbatasan fasilitas yang tersedia. Ia menjelaskan bahwa universitas saat ini sedang fokus pada pengembangan institusi, termasuk pembukaan sejumlah program studi baru.

“Kami mohon maaf belum dapat memberikan fasilitas terbaik sebagaimana yang diharapkan. Saat ini kami sedang berusaha mewujudkan 12 program studi baru, termasuk program studi kedokteran yang direncanakan akan dibuka tahun ini. Mohon dimaklumi kondisi yang ada,” katanya.

Ia berharap kegiatan pengajian Ramadan ini dapat menjadi ruang dialog yang mencerahkan dan memperkaya perspektif keislaman, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga forum ini menjadi ruang dialog yang mencerahkan, memperkaya perspektif, serta menguatkan komitmen kita semua dalam menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan,” pungkasnya.

Pengajian Ramadan PWM Jawa Timur ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat dimensi spiritual dan intelektual umat, sekaligus mendorong kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu