
PWMU.CO – Sekolah Adil Gender merupakan bagian dari rentetan pelatihan tiga bidang yang tergabung dalam Madrasah Madani.
Program ini menjadi salah satu langkah progresif yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur dalam upaya menaikkan harkat dan martabat perempuan di lingkungan pelajar.
Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung pada (24-26/1/2025) dan menghadirkan 27 peserta terdaftar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Menariknya, dari seluruh peserta, hanya dua orang laki-laki yang turut serta dalam kegiatan ini. Keduanya adalah kader IPM dari Pimpinan Daerah (PD) IPM Kota Malang dan PD IPM Kabupaten Lamongan.
Meskipun sempat merasa canggung berada di tengah peserta perempuan, mereka tetap bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan perspektif gender dalam kehidupan sosial dan organisasi.
Meningkatkan Kesadaran Gender di Kalangan Pelajar
Sekolah Adil Gender dirancang untuk membuka wawasan peserta tentang pentingnya kesetaraan gender, khususnya dalam lingkup pelajar.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang gender, peran laki-laki dalam memperjuangkan keadilan gender, serta strategi menciptakan lingkungan organisasi yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai materi yang semakin membuka wawasan mengenai kesadaran gender. Tiga materi utama pada hari itu terangkum dalam empat pilar utama keadilan gender:
- Akses – Memastikan ruang gerak yang seimbang bagi semua individu tanpa diskriminasi.
- Kontrol – Otoritas dan akses yang setara terhadap sumber daya dan peluang.
- Partisipasi – Keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan serta hak untuk menyuarakan pendapat secara adil.
- Manfaat – Menjamin bahwa dampak positif dari kebijakan dan keputusan dapat dirasakan secara adil oleh laki-laki maupun perempuan.
Pemahaman terhadap keempat pilar ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta, terutama kader IPM laki-laki, untuk berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif di organisasi mereka masing-masing.
Salah satu peserta laki-laki, Athallah Fauzan Zaki dari PD IPM Kota Malang, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini merupakan langkah kecil namun berarti dalam membangun kesadaran gender di kalangan pelajar Muhammadiyah.
Sementara itu, rekannya dari PD IPM Kabupaten Lamongan, Azzam Ati’illah, berharap partisipasinya dapat menjadi inspirasi bagi kader IPM lainnya untuk lebih peduli terhadap isu-isu gender. Ia menyadari bahwa masih ada stigma terhadap laki-laki yang aktif dalam kegiatan bertema kesetaraan gender. Namun, menurutnya, hal ini tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siapa pun untuk belajar dan berkontribusi.
“Kami di sini bukan untuk menjadi feminis, tetapi untuk memahami bagaimana menciptakan lingkungan yang adil bagi semua. Harapannya, setelah kegiatan ini, kami bisa menjadi penggerak kepedulian gender di daerah masing-masing,” ujarnya.
Penutup Pelatihan yang Meriah nan Berkesan
Malam terakhir acara semakin meriah dengan berbagai tampilan hiburan oleh para peserta Sekolah Adil Gender, mulai dari group song, puisi drama, hingga senam gembira pada penghujung materi terakhir.
Sekolah Adil Gender diakhiri dengan sesi perencanaan tindak lanjut bagi para peserta agar konsep kesetaraan gender tidak berhenti sebatas teori, tetapi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan organisasi.
Dengan adanya keterlibatan laki-laki dalam Sekolah Adil Gender, diharapkan kesadaran akan pentingnya keadilan gender semakin meluas dan mampu menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dalam lingkungan pelajar Muhammadiyah.
Penulis Azam At’illah Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun


0 Tanggapan
Empty Comments