Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Reputasi Digital Dibangun dari Konsistensi Perilaku dan Komunikasi

Iklan Landscape Smamda
Reputasi Digital Dibangun dari Konsistensi Perilaku dan Komunikasi
Dosen UMM Jamroji, narasumber Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi Zona II di Narita Hotel, Tangerang, Sabtu (30/8/2025).. Foto: Musodik/PWMU.CO
pwmu.co -

Reputasi digital tidak lahir dalam sekejap, melainkan melalui proses panjang yang terbentuk dari perilaku, tindakan, dan komunikasi yang konsisten.

Hal itu ditegaskan oleh Jamroji, S.Sos., M.Comms., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi Zona II di Narita Hotel, Tangerang, Sabtu (30/8/2025).

“Reputasi adalah persepsi atau pandangan umum orang lain tentang seseorang atau organisasi berdasarkan tindakan mereka di masa lalu,” ujar Jamroji di hadapan peserta pelatihan.

Ia menekankan bahwa reputasi bisa bersifat positif maupun negatif, tergantung pada interaksi dan pengalaman publik dengan lembaga.

“Reputasi tidak terbentuk secara instan. Ia adalah hasil dari perilaku, tindakan, dan komunikasi yang konsisten dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Dalam paparannya, Jamroji menjelaskan bahwa reputasi digital dapat diukur dengan berbagai cara. Salah satunya melalui analisis sentimen di media sosial.

“Kita bisa melihat apakah sentimen publik lebih banyak positif, negatif, atau netral. Di situ juga terlihat seberapa jauh penyebaran informasi dan interaksi yang terjadi,” jelasnya.

Selain itu, metode survei kepuasan pelanggan dan Net Promoter Score (NPS) juga bisa digunakan.

“Survei online sangat efektif untuk mendapat umpan balik langsung. Tanyakan saja apakah pelanggan puas dan apakah mereka mau merekomendasikan produk atau layanan kita kepada orang lain,” katanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Jamroji juga menyoroti pentingnya analisis ulasan online. “Ulasan di Google Review atau platform lain memberi gambaran tentang kekuatan dan kelemahan kita. Jangan diabaikan, karena di situlah suara asli publik bisa kita dengar,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya pemantauan pemberitaan media. “Coba lihat bagaimana media melaporkan organisasi kita. Apakah lebih banyak positif, netral, atau justru negatif? Itu akan sangat memengaruhi reputasi,” terang Jamroji.

Selain itu, umpan balik mitra dan stakeholders juga penting untuk evaluasi. “Kritik dan saran dari mitra adalah bahan berharga untuk perbaikan. Begitu juga penghargaan dan sertifikasi, itu indikator bahwa organisasi kita punya kredibilitas,” imbuhnya.

Di akhir pemaparannya, Jamroji menekankan pentingnya komunikasi yang berpihak pada kebutuhan audiens.

“Pesan komunikasi yang efektif adalah pesan yang disusun berdasarkan kebutuhan audiens, bukan sekadar keinginan komunikator,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa reputasi yang kokoh hanya bisa tercapai bila organisasi mampu menjaga keseimbangan.

“Kunci sukses adalah jika aktivitas lembaga bisa memuaskan publik internal, sekaligus menumbuhkan kekaguman publik eksternal,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu