Masjid Asy Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan menggelar Kajian Rumah Tangga Islami bertema “Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita”, Jumat (8/8/2025) malam.
Kajian ini menghadirkan penulis dan pendakwah kondang asal Yogyakarta, Ustadz Salim A. Fillah.
Acara yang dipandu oleh Imam Muslihin ini dimulai selepas Isya’ dan diikuti ribuan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua. Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak memenuhi area dalam dan luar masjid.
Sambutan PDM Lamongan
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr Piet Hizbullah Khaidir MA, hadir mewakili Ketua PDM Lamongan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Ustadz Salim.
“Sejak awal Magrib saya sudah membayangkan suasana luar biasa ini. Baru Ustadz Salim yang hadir saja ruhnya sudah seperti ini. Apalagi jika Rasulullah atau para sahabat yang hadir. Kita meyakini para ulama adalah pewaris para nabi, dan Ustadz Salim adalah salah satu di antaranya. Kita butuh ulama yang shalih dan berintegritas tinggi dalam dakwah dan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua PDM Lamongan berhalangan hadir akibat padatnya agenda. “Beliau menitipkan salam kepada Ustadz Salim dan seluruh jamaah,” tambahnya.
Dr Piet menilai tema kajian kali ini relevan untuk berbagai aspek kehidupan. “Ketika aku dan kamu menjadi kita bisa diterapkan di keluarga, organisasi, gerakan dakwah, hingga perekonomian. Ketika kita menjadi satu, tidak ada yang mustahil diwujudkan. Itu adalah sunnatullah, bagian dari wahdatul ummah,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia menyelipkan pantun yang disambut tawa jamaah:
Burung hudhud burung kakak tua
Berterbangan tinggi di Muzdalifah
Mari kita ikuti pengajian di Masjid Asy Syifa tercinta
Bersama Ustadz Salim A. Fillah

Ustadz Salim A. Fillah
Ustadz Salim A. Fillah, yang bernama asli Arif Nursalim (lahir 21 Maret 1984), adalah penulis dan dai asal Yogyakarta. Ia dikenal luas melalui karya dan kajiannya yang mengangkat tema cinta, keluarga, dan spiritualitas Islam.
Aktif di Masjid Jogokariyan, ia juga menjadi pengasuh pengajian Majelis Jejak Nabi. Salah satu bukunya yang populer adalah Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita (2022), yang menjadi inspirasi utama kajian malam ini.
Kajian ini menjadi momentum berharga bagi pasangan muslim untuk memperkuat fondasi rumah tangga harmonis. Ustadz Salim mengajak jamaah melihat pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan perjalanan bersama menuju ridha Allah.
Suasana penuh keakraban, diselingi canda, membuat pesan-pesan dakwah tersampaikan dengan ringan namun membekas di hati jamaah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments