Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ribuan Jamaah Padati Masjid At-Taqwa Godog, Kajian Ramadan PRPM Hidupkan Semangat Dakwah Akar Rumput

Iklan Landscape Smamda
Ribuan Jamaah Padati Masjid At-Taqwa Godog, Kajian Ramadan PRPM Hidupkan Semangat Dakwah Akar Rumput
Muchamad Arifin saat menyampaikan kajian dihadapan ribuan jamaah Muhammadiyah Godog. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sore itu, halaman Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Godog berubah menjadi lautan jamaah. Setelah asar, masyarakat dari berbagai penjuru desa berdatangan. Ada yang berjalan kaki, berboncengan sepeda motor, hingga datang bersama keluarga. Semuanya menuju satu tujuan: menghadiri Kajian Ramadan 1447 H yang digelar Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Godog, Ahad (1/3/2026).

Lebih dari seribu jamaah memadati area masjid. Tikar-tikar terbentang rapi di halaman, sementara layar televisi besar dipasang agar setiap peserta dapat mengikuti kajian dengan nyaman. Suasana religius terasa hangat, perpaduan antara semangat Ramadan dan kebersamaan warga yang rindu akan siraman ruhani.

Mengusung tema “Tantangan Masa Depan Da’wah Muhammadiyah di Akar Rumput,” kegiatan ini menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, M.Ag, sebagai narasumber utama.

Dalam tausiyahnya, Muchamad Arifin mengajak jamaah memahami Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan momentum pembuktian kualitas iman seorang muslim.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan puasa: siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Namun, menurutnya, janji besar tersebut hanya berlaku bagi mereka yang menjalankan ibadah dengan kesungguhan hati.

“Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus. Ini adalah ujian keseriusan iman kita. Kesungguhan menjadi kunci agar ibadah bernilai di sisi Allah,” tegasnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan khusyuk.

Beberapa jamaah tampak mengangguk pelan, sementara yang lain mencatat poin-poin penting dari tausiyah tersebut melalui ponsel mereka.

Menjaga Lisan di Era Digital

Pesan yang paling menggugah datang ketika ia membahas pentingnya menjaga lisan. Menurutnya, tantangan menjaga diri di era modern tidak lagi terbatas pada ucapan langsung, tetapi juga aktivitas di ruang digital.

“Berbicara hari ini tidak hanya lewat mulut, tetapi juga melalui gadget,” ujarnya. “Jangan sampai jari-jari kita justru menghapus pahala Ramadhan.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mengingatkan bahwa komentar di media sosial, pesan singkat, maupun unggahan digital juga termasuk bagian dari akhlak seorang muslim. Ramadan, katanya, harus menjadi momentum memperbaiki etika komunikasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Pesan tersebut terasa relevan bagi jamaah lintas generasi yang hadir, mulai dari orang tua hingga kalangan muda.

Dakwah yang Hidup di Tengah Masyarakat

Kajian berlangsung tertib hingga menjelang waktu berbuka puasa. Tayangan video inspiratif yang ditampilkan melalui layar besar membuat suasana semakin hidup dan membantu jamaah memahami materi secara lebih mendalam.

Ketua Bidang Tabligh PRPM Godog, Abdul Faizin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Ramadan dipandang sebagai momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif umat dalam meningkatkan kualitas iman sekaligus memperkuat akhlak sosial.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi bukti bahwa dakwah yang dekat dengan kebutuhan umat akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat.

Di tengah senja Ramadan yang perlahan turun, kajian ini bukan sekadar forum ceramah. Namun menjelma menjadi ruang silaturahmi, penguatan spiritual, sekaligus tanda bahwa semangat dakwah terus hidup, tumbuh dari masjid, bergerak dari ranting, dan menyala di tengah masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu