Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan menyelimuti Aula SMK Muhammadiyah 10 Mantup, Kabupaten Lamongan, pada 25–26 Oktober 2025. Di tempat ini digelar kegiatan bertajuk Rihlah Dakwah ke-6 dengan tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Persatuan Umat”. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi, pembinaan keislaman, serta penguatan nilai perjuangan dan dakwah bagi masyarakat.
Acara yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini menghadirkan tausiah dan ceramah agama serta menjadi sarana refleksi spiritual dan kebangsaan. Salah seorang panitia pelaksana, Toyib dari Mantup, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangkitkan semangat persaudaraan.
“Rihlah Dakwah bukan sekadar pengajian, tetapi gerakan moral untuk memperkuat ikatan silaturahmi dan semangat perubahan menuju kebaikan bersama,” ujarnya.
Beberapa tokoh agama, akademisi, dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. M. Taufiq (praktisi hukum), Dr. Dhimam Abror, Edy Mulyadi (jurnalis senior), serta KH. Dr. Azhari Dipokusumo, cicit dari Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro.
Pesan Ulama
Acara pembukaan diisi sambutan dua ulama sepuh Lamongan, yaitu KH. Sudjudna, pengasuh Pondok Tahfidz Muhammadiyah Goa Landak, dan KH. Dawam Sholeh, pengasuh Ponpes Al-Islah Paciran yang juga dikenal sebagai sastrawan dan budayawan.
Dalam sambutannya, KH. Sudjudna mengenang awal berdirinya pondok yang dulu dibangun di atas lahan sederhana. Kini, di atas tanah seluas tiga hektare itu telah berdiri TPQ, TPA, Pondok Tahfidz Al-Qur’an, dan SMK Muhammadiyah 10 Mantup dengan sekitar 160 siswa aktif.
“Kami berharap pondok dan sekolah ini menjadi pusat dakwah Muhammadiyah di wilayah Mantup, mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, KH. Dawam Sholeh menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci membangun karakter bangsa. Ia menutup tausiahnya dengan membacakan puisi berjudul “Jika Pemimpin Kita Amanah dan Bijak”, yang disambut tepuk tangan peserta.
Refleksi Dakwah dan Spirit Keilmuan
Pada sesi berikutnya, Dr. Dhimam Abror menyampaikan refleksi tentang pentingnya ilmu dan nilai kejujuran dalam kehidupan. Ia menuturkan bahwa generasi muda perlu meneladani semangat belajar dan integritas dalam setiap langkah.
“Pemuda hari ini harus berpikir luas, berjiwa besar, dan berperan aktif dalam perubahan sosial melalui ilmu dan akhlak yang baik,” pesannya di hadapan peserta.
Cicit Pangeran Diponegoro: Dakwah sebagai Jalan Perjuangan
Puncak acara berlangsung saat KH. Dr. Azhari Dipokusumo, cicit dari Pangeran Diponegoro, memberikan tausiah kebangsaan. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran merupakan amanah dari para pendahulu bangsa.
“Perjuangan tidak berhenti pada masa lalu. Kita harus terus menegakkan nilai kejujuran, amanah, dan keadilan sebagai bentuk dakwah dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
KH. Azhari juga menceritakan kisah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam mempertahankan nilai Islam dan kemerdekaan bangsa. Ceramahnya diselingi kutipan ayat Al-Qur’an serta hadis Nabi tentang pentingnya keadilan dan amanah dalam kepemimpinan.
Meneguhkan Ukhuwah dan Semangat Kebersamaan
Kegiatan Rihlah Dakwah ke-6 di Aula SMK Muhammadiyah 10 Mantup diikuti peserta dari berbagai daerah. Mereka berkumpul dalam satu majelis ilmu untuk memperdalam nilai Islam dan mempererat persaudaraan sesama muslim.
Dengan hadirnya KH. Dr. Azhari Dipokusumo sebagai cicit Pangeran Diponegoro, kegiatan ini mencerminkan kesinambungan semangat dakwah dan perjuangan generasi terdahulu dengan generasi penerus bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments