Sebagai bagian dari Pelatihan Dai Pelajar Muhammadiyah (PDPM) III, para peserta mengikuti Rihlah Ilmiah Lintas Agama, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan pemahaman tentang keberagaman ibadah, memperkuat sikap toleransi, dan mengembangkan harmoni sosial di kalangan generasi muda Muhammadiyah.
Rihlah dimulai dengan kunjungan ke Vihara Dhammadipa Arama, tempat peserta diperkenalkan dengan praktik meditasi, filosofi Buddha, serta sejarah berdirinya vihara. STAB Kertarajasa Atthasilani Gandhasilani menyampaikan rasa bahagianya atas kesempatan ini.
“Kegiatan ini menjadi praktik nyata pelatihan hidup beragama, sekaligus menambah saudara baru bagi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan pesan penting bagi anggota IPM.
“Mari selalu mengingat dasar akar kita sebagai bangsa Indonesia. Lebih dari itu, kita adalah manusia yang menginginkan kebahagiaan dan kedamaian. Kembangkan pikiran yang selalu sadar penuh belas kasih dan cinta kasih demi terciptanya harmoni sosial dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Setelah dari vihara, peserta melanjutkan rihlah ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Batu. Di gereja ini, peserta diperkenalkan dengan tata ibadah, sejarah gereja, serta nilai-nilai kasih dan pelayanan yang diterapkan oleh jemaat.
Pendeta Dwi Santoso menyambut hangat kunjungan peserta IPM.
“Kami sangat senang menerima kunjungan generasi muda Muhammadiyah yang memiliki kerinduan untuk berdialog lintas iman. Gereja kami selalu terbuka bagi sahabat dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
“Setiap orang adalah sesama yang patut dikasihi. Teruslah berdialog, bertoleransi, dan mengembangkan moderasi sehingga kita bisa merawat Indonesia sebagai Bumi Pancasila bersama-sama. Dengan demikian, anak muda bisa bertumbuh dan bergandengan tangan menjaga harmoni bangsa,” tambahnya.
Rihlah kemudian ditutup dengan kunjungan ke Yayasan Srati Darma, sebuah tempat ibadah yang mewakili kepercayaan lokal di salah satu desa di daerah Batu.
Kunjungan ini memberikan pengalaman unik bagi peserta untuk memahami praktik spiritual masyarakat lokal dan menghargai kearifan budaya setempat.
Rihlah Ilmiah ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk belajar menghargai perbedaan, memperkuat persaudaraan lintas agama, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedamaian dan harmoni sosial di Indonesia.






0 Tanggapan
Empty Comments