RS Muhammadiyah Gresik menggelar rangkaian Kajian Ramadan bagi seluruh karyawan dan karyawati dengan tujuan memperkuat mentalitas serta spiritualitas tenaga kesehatan, sekaligus menghadirkan harmoni antara profesionalisme medis dan nilai-nilai Ramadan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih humanis.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pada 21 Februari, 28 Februari, dan akan berakhir pada 7 Maret 2026.
Sinergi Etos Kerja dan Nilai Humanis
Mengusung tema besar “Ramadan sebagai Momentum Refleksi, Transformasi Etos Kerja, dan Action Humanis dalam Pelayanan Rumah Sakit”, kajian ini bertujuan untuk menyelaraskan profesionalisme medis dengan nilai-nilai spiritual keislaman.
Pihak manajemen RSMG menekankan bahwa pelayanan rumah sakit bukan sekadar tugas teknis medis, melainkan bentuk ibadah yang memerlukan ketulusan. Oleh karena itu, Ramadan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan transformasi sikap kerja.
Kajian ini menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik yang memberikan perspektif mendalam bagi para peserta.
Ust. Hasan Abidin, M.Pd.I menitikberatkan aspek refleksi diri dan bagaimana seorang praktisi kesehatan dapat menemukan makna spiritual di balik padatnya rutinitas klinis.
Sedangkan materi berikutnya disampaikan oleh Ust. M. Thoha Mahsun, S.Ag, M.Pd.I, M.Hes yang membahas tentang bagaimana mengelola AUM sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Beliau menekankan bahwa transformasi etos kerja harus bermuara pada pelayanan yang memanusiakan pasien sesuai prinsip dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Komitmen Pelayanan Prima
Pembagian jadwal menjadi tiga gelombang sengaja dilakukan untuk memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh staf—mulai dari tenaga medis hingga administratif—dapat memberikan senyum, sapa, dan penanganan yang lebih empati.
“Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi titik balik bagi seluruh civitas hospitalia untuk tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga menonjol dalam sisi kemanusiaan dan keikhlasan melayani,” ujar Zahrur Rijal Fatwa, S.Ft. Ftr. selaku panitia penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, RS Muhammadiyah Gresik kembali menegaskan posisinya sebagai institusi kesehatan yang tidak hanya fokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas dalam setiap tindakan medisnya.
RS Muhammadiyah Gresik menggelar rangkaian Kajian Ramadan bagi seluruh karyawan dan karyawati dengan tujuan memperkuat mentalitas serta spiritualitas tenaga kesehatan, sekaligus menghadirkan harmoni antara profesionalisme medis dan nilai-nilai Ramadan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih humanis







0 Tanggapan
Empty Comments