Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan terus dilakukan RSI Fatimah Banyuwangi.
Terbaru, rumah sakit tersebut menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan tiga pilar utama Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sinergi ini, kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan potensi masing-masing guna meningkatkan mutu layanan kesehatan sekaligus kualitas pendidikan tenaga medis di Banyuwangi.
Kerja sama tidak hanya sebatas praktik pendidikan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan akademik seperti kuliah tamu, seminar, workshop, penyuluhan kesehatan, penelitian, dan lainnya.
Seluruh kegiatan akan difokuskan di wilayah Banyuwangi dengan harapan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa FIKKIA Unair Banyuwangi yang menjalani pembelajaran praktik maupun akademik di RSI Fatimah.
Program studi yang terlibat meliputi S1 Kedokteran, S1 Kesehatan Masyarakat, hingga Program Profesi Dokter. Peserta didik juga akan didampingi oleh fasilitator atau pembimbing dari RSI Fatimah Banyuwangi.
Direktur RSI Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, Sp.An.Ti, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan kesehatan di daerah.
“Harapannya, kolaborasi ini bisa menjadi langkah baik dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Senin 23/2/2026).
Dari sisi internal, kerja sama ini dikoordinasikan melalui bagian SDI dan Diklat RSI Fatimah. Staf SDI dan Diklat, Bd. Devinda Febrianti Saputri, S.Keb, menjelaskan bahwa latar belakang kerjasama ini berkaitan dengan keberadaan pendidikan kedokteran Unair Banyuwangi yang membutuhkan jejaring rumah sakit pendidikan yang lebih luas.
“Selain rumah sakit induk, mahasiswa juga perlu pengalaman di rumah sakit swasta agar mendapatkan gambaran layanan kesehatan yang lebih komprehensif,” jelasnya.
Kepala Bidang SDI dan Diklat, Ns. Sri Suherning, S.Kep, MM, mengatakan, tahap awal pembelajaran tidak langsung berfokus pada pelayanan pasien.
Mahasiswa akan mempelajari struktur organisasi dan tata kelola rumah sakit sebagai bagian dari pembelajaran manajemen dan kewirausahaan di bidang kesehatan.
“Ke depan tentu akan berkembang ke tahap praktik klinik sesuai kebutuhan pendidikan,” katanya.
Kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun sejak penandatanganan. RSI Fatimah Banyuwangi sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi serupa dengan berbagai institusi pendidikan, salah satunya Stikes Banyuwangi yang kini bertransformasi menjadi Universitas dr. Soekardjo (Unidsoe).
Melalui sinergi ini, RSI Fatimah berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi di Banyuwangi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments