Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Safari Subuh PCM Gresik Bahas Tiga Senjata di Tengah Kegelapan

Iklan Landscape Smamda
Safari Subuh PCM Gresik Bahas Tiga Senjata di Tengah Kegelapan
Drs Machfudz Asyfrofi MSi (paling kanan) saat bertausiah tentang kekuatan doa, ikhtiar, dan keteguhan iman sebagai "senjata di tengah kegelapan", Minggu (12/04/2026). (Setia Rakhmadi/PWMU.CO).
pwmu.co -

Tiga pilar utama dalam doa Nabi Yunus yang dapat menjadi “senjata” bagi setiap muslim saat menghadapi “kegelapan” dan kesulitan hidup dibahas dalam Safari Subuh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik.

Langit masih gelap ketika satu per satu jemaah berdatangan menuju Musala At-Taqwa Tlogobendung, Jalan Pahlawan Gresik, pada Minggu subuh (12/04/2026).

Dalam suasana yang sejuk dan penuh kekhusyukan, kegiatan Safari Subuh yang terselenggara oleh Majelis Tabligh PCM Gresik kembali terhelat.

Kegiatan bulanan ini teramaikan oleh pimpinan dan anggota PCM Gresik, jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Gresik, hingga para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Sebut saja SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B, SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), serta para ketua takmir masjid Muhammadiyah.

Bahas Kekuatan Doa dan Ikhtiar

Kegiatan bermula dengan salat Subuh berjemaah, sambutan ketua PCM, berlanjut dengan kajian fajar yang menjadi inti acara oleh Drs Machfudz Asyrofi MSi.

Tausiah yang tersampaikan pada kesempatan tersebut mengangkat pesan mendalam tentang kekuatan doa, ikhtiar, dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Machfudz membuka kajian dengan mengangkat kisah Nabi Yunus sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya ayat 87–88.

Dalam kisah tersebut, Nabi Yunus berada dalam kondisi yang sangat gelap, yakni di dalam perut ikan, di dasar laut, dan di tengah malam.

Dalam keadaan yang seolah tanpa harapan itu, Nabi Yunus memanjatkan doa yang sarat makna: pengakuan tauhid kepada Allah Swt, tasbih untuk menyucikan-Nya, serta pengakuan atas kesalahan diri sendiri.

Doa itulah yang kemudian menjadi sebab turunnya pertolongan Allah, hingga Nabi Yunus diselamatkan dari kesulitan yang mengimpitnya.

Dari kisah tersebut, tersampaikan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami fase gelap dalam hidupnya.

Fase tersebut bukanlah tanda kehinaan atau kemuliaan, melainkan ujian yang harus dihadapi. Dalam kondisi seperti itu, seorang mukmin memiliki dua senjata utama, yaitu doa dan ikhtiar.

Doa menjadi penguat batin, sedangkan ikhtiar menjadi bentuk usaha nyata dalam menghadapi persoalan.

Dua Bentuk Ikhtiar

Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa ikhtiar sendiri memiliki dua bentuk, yaitu jahdul ikhtiari, atau usaha maksimal yang dilakukan secara sadar dan terencana.

Selanjutnya ada jahdul iktasabi, atau usaha untuk memperoleh hasil dari apa yang telah diupayakan. Keduanya harus berjalan beriringan, sehingga seorang hamba tidak hanya bergantung pada doa, tetapi juga berusaha secara optimal.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Machfudz yang juga wakil ketua PCM Gresik ini menekankan tiga pilar utama dalam doa Nabi Yunus yang dapat menjadi formula ampuh bagi setiap muslim saat menghadapi kesulitan.

Pertama, tauhid, yaitu mengakui bahwa hanya Allah satu-satunya tempat bergantung. Kedua, tasbih, yakni mensucikan Allah dari segala kekurangan.

Ketiga, pengakuan dosa, sebagai bentuk introspeksi diri atas kesalahan yang mungkin menjadi sebab datangnya ujian. Ketiga hal ini, jika dilakukan dengan penuh keikhlasan, akan membuka jalan pertolongan dari Allah.

Menariknya, dalam penjelasan tersebut ditegaskan bahwa Allah Swt. tidak hanya mengabulkan doa hamba-Nya, tetapi juga sering kali memberikan lebih dari yang diminta.

Hal ini menunjukkan betapa luasnya kasih sayang dan kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya, khususnya bagi mereka yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam berdoa.

Dalam konteks kehidupan berorganisasi, khususnya di Muhammadiyah, kisah Nabi Yunus juga menjadi refleksi penting. Nabi Yunus, meskipun seorang nabi dan rasul, tetaplah manusia yang menghadapi tantangan, baik dari luar maupun dari dalam dirinya.

Sementara Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan dijalankan oleh manusia biasa yang tidak memiliki jaminan langsung seperti para nabi. Namun, tugas yang diemban tetap mulia, yaitu menguatkan dakwah Islam dan memberikan manfaat bagi umat.

Kunci Ketahanan Muhammadiyah

Kunci ketahanan Muhammadiyah hingga lebih dari satu abad. Sebagaimana disampaikan dalam tausiah, terletak pada kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 17, bahwa sesuatu yang tidak bermanfaat akan hilang seperti buih, sedangkan yang memberi manfaat akan tetap bertahan. Oleh karena itu, keberlanjutan sebuah gerakan sangat ditentukan oleh kontribusinya bagi umat.

Pada akhir tausiah, jemaah diajak untuk menjadikan doa sebagai senjata utama dalam menghadapi kesulitan, tanpa melupakan pentingnya ikhtiar dan introspeksi diri.

Selain itu, seluruh peserta juga diingatkan untuk menjalani aktivitas bermuhammadiyah dengan penuh semangat dan kegembiraan. Sehingga dakwah dapat dijalankan dengan ringan namun berdampak luas.

Ketua PCM Gresik, Drs Muh Sholicin MPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Subuh ini merupakan sarana penting untuk menguatkan ruhiyah. Sekaligus mempererat silaturahmi antar unsur Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai dakwah semakin tumbuh. Apa yang disampaikan dalam tausiah menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbenah dan memberikan manfaat bagi umat” ujar Sholichin. (*)

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 14/04/2026 00:07
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡