Pelaksanaan Salat Idulfitri yang diprakarsai Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung khidmat pada Jumat (20/3/2026). Kegiatan ini digelar di halaman Masjid Al-Amanah dan diikuti sekitar 200 jemaah dari Desa Kemamang dan sekitarnya.
Sebelum pelaksanaan salat, panitia menyampaikan sambutan Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, yang dibacakan Sekretaris PRM Kemamang, Supriyadi. Dalam sambutannya, Bupati berpesan agar momentum Idulfitri dimaknai sebagai waktu untuk menyucikan hati dan pikiran setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Selain itu, disampaikan pula sejumlah capaian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam kurun waktu 1–2 tahun terakhir. Capaian tersebut meliputi penurunan angka kemiskinan dan stunting, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), keberhasilan sebagai daerah dengan produksi padi terbesar kedua di Jawa Timur, serta penurunan angka pengangguran.
Pelaksanaan Salat Idulfitri dipimpin oleh Ustaz Zainul Mahmudin, dengan khatib Ustaz Suprapto. Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan merupakan kontrol paripurna dalam kehidupan. Takwa menjadi sistem pengendalian diri yang menyeluruh, yang membimbing manusia agar tetap berada di jalan yang benar. Kehidupan tanpa takwa diibaratkan seperti lalu lintas tanpa rambu-rambu yang berpotensi menimbulkan kekacauan.
Lebih lanjut, khatib menguraikan empat aspek kehidupan yang harus dikendalikan oleh takwa agar manusia selamat di dunia dan akhirat. Pertama, aspek fisik, yaitu menjaga perbuatan dan tindakan agar sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Kedua, aspek psikis, yakni kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, dan hawa nafsu. Ketiga, aspek sosial, yaitu menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Keempat, aspek spiritual, yakni memperkuat hubungan dengan Allah Swt. melalui ibadah dan keikhlasan.
Melalui momentum Idulfitri, umat Islam diharapkan mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai ketakwaan yang telah dibentuk selama bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kekuatan ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat. (*) (*)





0 Tanggapan
Empty Comments