Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sandal “Bilal bin Rabbah”, Oleh-Oleh Umrah Penuh Makna dari Kepala SD Musix

Iklan Landscape Smamda
Sandal “Bilal bin Rabbah”, Oleh-Oleh Umrah Penuh Makna dari Kepala SD Musix
Kepala SD Musix, Munahar, saat membagikan oleh-oleh umrah berupa sandal “Bilal bin Rabbah”. Foto: Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Dua hari setelah tiba di tanah air usai menunaikan ibadah umrah, Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, Munahar, menggelar acara tasyakuran bersama seluruh guru dan karyawan.

Acara tersebut dilaksanakan di sebuah rumah makan Bebek Goreng di kawasan Merr, Surabaya, Selasa (27/1/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan oleh-oleh berupa sandal jepit yang ia sebut sebagai “Sandal Bilal bin Rabbah”.

Hampir dua pekan Munahar meninggalkan tanah air untuk menunaikan ibadah umrah untuk kedua kalinya. Keberangkatan kali ini tidak semata-mata untuk beribadah, tetapi juga membawa misi kedinasan.

Ia berangkat bersama sang istri, Kocik, S.Pd., serta rombongan para Kepala SD Muhammadiyah se-Surabaya yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), termasuk pengurus Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.

“Kepergian kami ke Tanah Suci ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga membawa misi kedinasan, yakni menjalin kerja sama dengan sekolah di Tanah Suci,” ujarnya.

Kehadiran Munahar di SD Musix usai menunaikan ibadah umrah terbilang mengejutkan. Pasalnya, ia baru tiba di tanah air pada Ahad malam, namun keesokan harinya, Senin, sudah kembali masuk kerja. Padahal, dua hingga tiga hari sepulang dari umrah biasanya masih dianggap sebagai masa cuti.

Bahkan, Kaur Humas SD Musix, Nurmala, S.Ag., telah merencanakan silaturahmi ke kediamannya di kawasan Rungkut.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Luluk Humaidah, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutan singkatnya, Munahar menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan karyawan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh guru dan karyawan atas doa serta amanah yang telah dijalankan dengan baik selama kami menunaikan ibadah umrah,” ungkapnya.

Ia juga secara khusus mengapresiasi Ustadzah Puspitawati yang bersedia menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah selama dirinya berada di Tanah Suci.

Sebagai ungkapan rasa syukur, Munahar mengaku sengaja mengundang seluruh “anak buahnya” untuk berbagi kebahagiaan. Ia pun membagikan oleh-oleh sederhana berupa sandal jepit berwarna putih.

“Saya tidak bisa memberi oleh-oleh yang istimewa, hanya sepasang sandal jepit Bilal bin Rabbah,” ucapnya sambil menunjukkan sandal tersebut, yang langsung disambut gelak tawa para undangan.

Menurutnya, sandal tersebut memiliki makna simbolis. Ia berharap sandal itu dapat mengingatkan para penerimanya pada kesalehan Bilal bin Rabbah yang dikenal menjaga wudu dan kebersihan diri dari hadas dan najis.

Tak hanya itu, sandal jepit tersebut juga mengandung filosofi kerendahan hati. Sandal jepit, menurutnya, merupakan simbol kesederhanaan dan sikap membumi yang mengingatkan siapa pun agar tetap rendah hati, apa pun jabatan dan kesuksesan yang telah diraih.

“Semoga semua yang hadir diberikan kemudahan untuk dapat menunaikan ibadah umrah dan haji,” harapnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu