Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sandal Jepit Jadi Kanvas, Siswa SDM 2 Tulangan Hidupkan Ragam Hias Nusantara

Iklan Landscape Smamda
Sandal Jepit Jadi Kanvas, Siswa SDM 2 Tulangan Hidupkan Ragam Hias Nusantara
Foto bersama setelah kegiatan melukis. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Suasana berbeda tampak di halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 (SDM 2)  Tulangan, Rabu (4/2/2026) pagi.

Jika biasanya area tersebut digunakan untuk olahraga dan aktivitas rutin siswa, hari itu halaman sekolah berubah menjadi ruang studio terbuka yang penuh warna.

Puluhan siswa kelas 5 tampak duduk berkelompok dengan sandal jepit, kuas, dan cat akrilik di tangan mereka.

Dalam pembelajaran seni budaya, para siswa mendapat tantangan unik: melukis ragam hias Nusantara bertema flora dan fauna pada media sandal jepit.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang memadukan kreativitas, kecintaan terhadap budaya, dan pengalaman praktik langsung.

Dengan penuh antusias, siswa mulai menggambar pola-pola tumbuhan dan hewan yang terinspirasi dari kekayaan alam Indonesia.

Ada yang melukis bunga teratai, anggrek, dan daun-daun tropis. Ada pula yang memilih motif burung merak, kupu-kupu, hingga ikan-ikan khas perairan Nusantara. Warna-warna cerah berpadu membentuk harmoni yang memikat.

Kegiatan ini dipandu oleh guru seni, Tanty Sukriya Hannum, S.Pd. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran ragam hias Nusantara tidak hanya sekadar melatih keterampilan menggambar. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan mengenalkan keanekaragaman budaya dan seni Indonesia sejak dini.

“Melalui pembelajaran ragam hias Nusantara, siswa dapat memahami sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam setiap motif. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga memperkuat karakter siswa agar lebih menghargai budaya bangsa,” ujar Tanty.

Tidak hanya berfokus pada hasil akhir, proses pembuatan sandal ragam hias menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang bagi siswa.

Tahap awal dimulai dengan membuat sketsa pola flora dan fauna secara mandiri di atas permukaan sandal. Setelah pola terbentuk, siswa mulai mewarnainya menggunakan cat akrilik dan kuas kecil agar detail motif tetap terjaga.

Ketelitian sangat dibutuhkan dalam tahap ini. Beberapa siswa tampak serius memperhatikan garis-garis kecil agar tidak keluar dari pola. Ada pula yang bereksperimen dengan mencampur warna untuk menghasilkan gradasi unik.

Setelah selesai, sandal-sandal tersebut dijemur di halaman sekolah hingga kering sempurna sebelum dipamerkan. Tahapan ini mengajarkan siswa tentang kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya menyelesaikan karya dengan baik.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Salah satu siswi kelas 5 Abu Bakar, Zizi, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku baru pertama kali melukis di atas sandal jepit.

“Seru sekali. Kita bisa belajar membuat pola ragam hias Nusantara sendiri, mulai dari menggambar, mewarnai dengan cat akrilik dan kuas, sampai menjemurnya. Kita juga bisa berkreasi dengan mencampurkan banyak warna, dan akhirnya jadilah karya kita,” tuturnya.

Pembelajaran seni yang dilakukan di ruang terbuka ini juga membawa pesan penting tentang pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan mengenal ragam hias flora dan fauna, siswa diajak untuk menyadari betapa kayanya alam Indonesia sekaligus pentingnya menjaga kelestariannya.

Ragam hias Nusantara bukan sekadar ornamen. Di balik setiap motif tersimpan makna filosofis yang mencerminkan nilai kehidupan, harmoni dengan alam, dan kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang seni rupa, tetapi juga tentang identitas bangsa.

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.

Kegiatan melukis sandal jepit ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat dikemas secara inovatif tanpa meninggalkan esensi pendidikan karakter.

Dengan tangan-tangan kecil yang penuh semangat, sandal jepit sederhana pun berubah menjadi karya seni yang sarat makna.

Di halaman sekolah yang dipenuhi warna, tumbuh pula rasa bangga terhadap budaya Nusantara serta keyakinan bahwa kreativitas anak-anak memang tak berbatas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡