
PWMU.CO – Salah satu santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga), Hafizh Dzakwan Syarifudin, dipercaya menjadi khatib sekaligus imam Salat Jumat di Masjid Jihadul Fitrah, Jumat (9/5/2025).
Santri kelas XI C asal Desa Kemantren, Tulangan, Sidoarjo ini tampil percaya diri menyampaikan khutbah yang berisi pesan reflektif dan mendalam di hadapan jamaah yang terdiri dari siswa dan guru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Smamuga sebagai sekolah berbasis Islam. Setiap pekan, siswa yang memiliki potensi dan kemampuan di bidang keagamaan dijadwalkan menjadi khatib dan imam Salat Jumat.
“Tujuan dari program ini adalah untuk melatih mental, penguasaan materi khutbah, serta hafalan surah para santri agar siap tampil di depan publik,” ujar Wakil Kepala Sekolah bidang Ismuba, H Agus Kholil MPd.
Menurutnya, pelatihan ini penting karena santri MBS Smamuga diharapkan mampu berkontribusi di masyarakat, khususnya saat dibutuhkan menjadi khatib atau imam pengganti di masjid dan musala sekitar tempat tinggal mereka.
Salat Jumat di Masjid Jihadul Fitrah Smamuga dimulai tepat pukul 11.45 WIB. Sebelumnya, seluruh siswa laki-laki diimbau oleh guru Ismuba dibantu wali kelas dan BK untuk bersuci dan bersiap menuju masjid. Para guru turut serta membimbing dan mengawasi pelaksanaan ibadah berjamaah tersebut.
Dalam khutbahnya, Hafizh Dzakwan mengangkat tema tentang misteri kehidupan dan pentingnya kesabaran. Ia mengutip surat Luqman ayat 34 untuk mengingatkan jamaah bahwa manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, termasuk tentang ajal dan takdir.
“Kita benar-benar tidak tahu tentang nasib kita ke depan. Boleh jadi Allah menguji kita dengan kesulitan, atau justru memberi kemudahan. Semua itu adalah ujian,” ujar Hafizh, yang diketahui telah menghafal tujuh juz al-Quran.
Lebih lanjut, ia menguraikan tiga bentuk kesabaran dalam Islam sesuai sabda Rasulullah Saw: sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan, dan sabar dalam menjauhi maksiat.
“Kesabaran inilah yang akan menjaga kita tetap teguh, tidak sombong ketika berada di atas, dan tidak putus asa saat berada di bawah,” jelasnya.
Menutup khutbah, Hafizh membacakan firman Allah dalam surat ar-Ra’d ayat 29 sebagai pengingat bahwa kesudahan yang baik akan diberikan kepada orang-orang yang sabar dan istiqamah dalam beribadah.
Acara berlangsung khusyuk dan memberikan kesan mendalam bagi para jamaah. Peran aktif santri dalam kegiatan keagamaan seperti ini menunjukkan keberhasilan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan MBS Smamuga. (*)
Penulis Zulkifli Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments