
PWMU.CO – Dua santri muda dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) Tulangan menginspirasi lewat dakwah dan kepemimpinan dalam pelaksanaan Qiyamulail Ramadan di Masjid Al-Jihad, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jiken, Sidoarjo, pada Minggu (2/3/2025).
Salah satu santri kelas XI C, Ghifari Mujaddid Taqwa, tampil sebagai penceramah, sementara santri kelas X 4, Alan Krisna Dwiputra, bertindak sebagai imam shalat Tarawih dan Witir. Kehadiran mereka tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu berkontribusi dalam syiar Islam.
Dalam kultum singkatnya, Ghifari membahas tema “Tujuh Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadan”, dengan menekankan bahwa ibadah ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga merupakan ladang pahala yang luar biasa.
“Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” ujarnya, mengutip hadits riwayat Bukhari Muslim.
Ia juga mengingatkan bahwa shalat Tarawih berjamaah memiliki berbagai keutamaan, di antaranya mendapatkan pahala seperti beribadah semalam penuh, memperkuat tali silaturahmi, serta menyemarakkan malam-malam Ramadan dengan lantunan ayat suci.
Sementara itu, Alan Krisna Dwiputra menunjukkan kepiawaiannya sebagai imam. Dengan bacaan yang fasih dan nada yang menenangkan, ia memimpin shalat Tarawih dan Witir dengan baik. Banyak jamaah mengapresiasi cara Alan membawakan bacaan. Dengan pelafalan al-Qurannya yang jelas dan pilihan ayat yang ringkas, ia membuat jamaah merasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah tanpa terasa terlalu lama.

Keikutsertaan santri MBS Smamuga dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang digagas oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tulangan. Setiap malam, para santri bergilir menyampaikan kultum dan menjadi imam di berbagai masjid serta musala di wilayah tersebut.
“Kami ingin para santri tidak hanya memahami Islam secara teori, tetapi juga menerapkannya secara langsung di masyarakat. Ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan kepemimpinan mereka,” kata Mudir MBS Smamuga, Muhammad Iddris.
Kegiatan ini membuktikan bahwa anak muda memiliki potensi besar dalam dunia dakwah. Dengan bimbingan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan dan mengamalkan ajaran Islam di tengah masyarakat. (*)
Penulis Zulkifli Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments