Suasana penuh kebersamaan dan nuansa keislaman terasa begitu kental di lingkungan Pondok Pesantren Modern Paciran pada Ahad, (7/3/2026). Pada kesempatan tersebut, seluruh santriwan dan santriwati mengikuti kegiatan Kajian Ramadan dan Buka Bersama yang digelar di halaman pondok.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh keluarga besar pondok, mulai dari para santriwan dan santriwati, qismur riayah, musrif dan musrifah, para kepala sekolah, hingga pimpinan pondok. Kehadiran mereka menambah semarak dan kekhidmatan acara yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.
Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) yang memandu jalannya kegiatan dengan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Penggunaan dua bahasa ini merupakan bagian dari implementasi program bahasa yang telah menjadi ciri khas pendidikan di Pondok Pesantren Modern Paciran.
Para santri terlihat antusias mengikuti jalannya acara, sekaligus menyimak dengan baik penggunaan bahasa asing yang ditampilkan dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Wahyu Hidayat, S.E., M.M. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama ini tidak sekadar menjadi agenda rutin berbuka puasa bersama, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Menurut beliau, kegiatan tersebut mengandung tujuan yang sangat penting, yaitu mempererat tali silaturrahim di antara seluruh keluarga besar pondok pesantren.
“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan buka bersama biasa, namun di balik kegiatan ini ada tujuan yang tersirat, yaitu mempererat tali silaturrahim antara kita semua,” ungkanya dalam di hadapan para santri dan seluruh peserta yang hadir.
Setelah sambutan tersebut, acara secara resmi dibuka oleh Drs. Fahruddin AM selaku Mudir Pendidikan Pondok Pesantren Modern Paciran. Pembukaan acara berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti dengan suasana yang tertib dari seluruh peserta yang hadir.
Hakikat Puasa
Memasuki acara inti, para santri dengan penuh perhatian menyimak tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Modern Paciran, K.H. Rifqi Rosidy, L.C., M.Pd. Dalam tausiyahnya beliau menjelaskan tentang hakikat puasa dan hikmah besar yang terkandung di dalam ibadah tersebut.
Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia berbagai nilai penting dalam kehidupan. Setidaknya terdapat tujuh pelajaran utama yang dapat dipetik dari ibadah puasa. Pertama adalah muroqobah, yaitu perasaan selalu diawasi oleh Allah dalam setiap keadaan. Kedua, menjaga ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah.
Ketiga adalah al-mujahadah, yakni bersungguh-sungguh dan maksimal dalam menjalankan ibadah. Keempat al-mudawamah, yaitu membiasakan diri melakukan kebaikan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Kelima, pentingnya berteman dengan orang-orang yang baik agar senantiasa terdorong dalam kebaikan.
Selanjutnya yang keenam adalah al-muhasabah, yaitu melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas segala amal perbuatan yang telah dilakukan. Dan yang terakhir adalah ta’awun, yakni saling tolong-menolong serta saling mendukung dalam melakukan kebaikan.
Tausiyah tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh para santri. Banyak dari mereka terlihat mencatat poin-poin penting sebagai bekal dalam menjalani ibadah Ramadan dengan lebih baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama. Pemandangan kebersamaan terlihat begitu indah ketika seluruh keluarga besar pondok duduk bersama menikmati hidangan berbuka. Nuansa Ramadan benar-benar terasa hangat melalui aktivitas yang sarat dengan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan keharmonisan di lingkungan Pondok Pesantren Modern Paciran Lamongan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments