Ada hadiah kejutan dalam kegiatan Jalan Santai SMP Muhammadiyah 12 (Spemudas) Paciran yang beralamat di Kelengan, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat (5/9/2025).
Selain beragam hadiah yang telah disiapkan untuk sekitar 3.500 peserta Jalan Santai Spemudas Paciran, ternyata ada hadiah tambahan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Drs H Husnul Aqib MM.
Ia hadir dan membagikan 10 amplop berisi uang kepada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung, Paciran yang bersekolah di Spemudas Paciran dan berstatus yatim.
Panitia pun menyambut hadiah kejutan tersebut dengan sigap dengan segera mendata para santri yatim dan memanggil mereka untuk tampil ke depan menerima hadiah langsung dari anggota legislatif tersebut, meskipun sebagian santri saat itu masih berada di pondok untuk sarapan.
Kepala Tata Usaha (TU) Spemudas, Mintah Uchya, bertugas membuka data santri yatim. Sementara itu, Sekar Gondo SPdI, yang memandu jalannya acara, berupaya secepat mungkin mengondisikan santri yang berhak menerima hadiah uang tunai tersebut.
Pak Aqib, sapaan akrab Husnul Aqib, memang kerap menyempatkan diri hadir dalam berbagai kegiatan yang digelar Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung maupun Spemudas Paciran.
Hal itu tidak lepas dari hubungan dekatnya dengan warga Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung. Apalagi, setiap kegiatan yang digelar di dua lembaga tersebut hampir selalu melibatkan ribuan peserta.
Ia mengungkapkan bahwa warga Al-Ishlah dan Muhammadiyah Sendangagung guyub serta kompak, dan berharap kekompakan itu dapat terus terjaga dan harmonis.
“Warga Al-Ishlah dan Muhammadiyah Sendangagung itu guyub dan kompak. Semoga kekompakan ini terus terjaga dan harmonis,” ucapnya sambil menikmati sarapan pagi berupa Sego Muduk, nasi khas Sendangagung.
Pak Aqib, yang berasal dari Payaman Solokuro, juga mengagumi penampilan jidor yang ditampilkan untuk mengiringi jalan santai tersebut. Menurutnya, jidor Sendangagung sudah ada sejak dulu dan ia mengaku senang mengikuti arak-arakan yang diiringi dengan jidor.
Usai menyerahkan santunan kepada para santri yatim, Pak Aqib berpamitan karena harus menghadiri agenda lain. Namun, sebelum pulang, Bu Nyai Pondok Pesantren Al-Ishlah memintanya untuk menunggu sejenak.
Istri dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, Drs KH Muhammad Dawam Saleh itu bermaksud memberikan bungkusan Sego Muduk untuk ia bawa pulang.
Pak Aqib yang saat itu didampingi Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr H Piet Hizbullah Khaidir SAg MA serta Ketua Yayasan Al-Ishlah Sendangagung, Ustadz H Ahmad Thohir, berpamitan kepada para santri Al-Ishlah dan warga Muhammadiyah Sendangagung. Ia melambaikan tangan dengan senyum ramah sebelum meninggalkan lokasi kegiatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments