Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Santri Tahfidz Putra Al-Mizan Ikuti Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Bersama JagalMu Lamongan di Momen Idul Adha

Iklan Landscape Smamda
Santri Tahfidz Putra Al-Mizan Ikuti Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Bersama JagalMu Lamongan di Momen Idul Adha
pwmu.co -
Para santri saat mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban (Irsyad Misbaul Ramdani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, terdapat tata cara dan langkah-langkah yang harus diperhatikan. Maka dari itu, tepat pada Minggu (8/6/2025) Lembaga Al-Mizan Tahfidz Putra, Lamongan mengadakan pelatihan penyembelihan hewan kurban berdasarkan pedoman dari Lembaga Tarjih Muhammadiyah, termasuk syarat dan rukun-rukunnya.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk melatih para santri Al-Mizan Tahfidz Putra, khususnya agar mereka mampu melakukan penyembelihan hewan kurban secara mandiri dan dapat mengamalkannya di tengah masyarakat di kemudian hari.

Kurban adalah ibadah sunnah yang membawa jutaan berkah. Pada 10 Dzulhijjah 1446 H, yang bertepatan dengan Jumat (6/6/2025) jutaan umat Islam di seluruh penjuru dunia yang di dalam dirinya tertanam iman dan takwa serentak melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban. Hal ini merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Pemandangan penyembelihan hewan kurban kini kerap mengundang pertanyaan, bahkan kritik, dari berbagai kalangan yang tidak memahami konteks dan makna di balik ibadah tersebut.

Hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga merupakan simbol penyembelihan hawa nafsu dan ego manusia di hadapan perintah Allah SWT. Sejarah mencatat bagaimana Nabi Ibrahim AS saat diuji untuk menyembelih putranya Ismail AS.

Nabi Ibrahim AS rela tunduk dan taat sepenuhnya kepada kehendak Allah tanpa ragu. Ujian itu berakhir dengan digantinya Ismail dengan seekor domba, yang kemudian menjadi tonggak lahirnya syariat kurban yang kita jalankan hingga hari ini.

Allah Swt berfirman: Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalian-lah yang dapat mencapainya (Qs Al-Hajj: 37).

Ayat ini menegaskan bahwa yang diterima Allah dari kurban bukanlah darah atau dagingnya, melainkan ketulusan hati dan ketakwaan pelakunya.

Pelatihan ini didampingi langsung oleh Ustadz Frastyo.

“Menyembelih hewan kurban adalah ibadah yang mulia. Maka, jangan malu untuk menjadi jagal dalam penyembelihan hewan kurban. Ketika kalian melakukannya dengan niat yang ikhlas, Insyaallah akan dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT. Para santri dilatih menyembelih hewan kurban agar nantinya kalian bisa menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat di desa-desa, masjid-masjid, maupun PRM masing-masing, sebagai jagal hewan kurban dan bagian dari jagalMU,” tuturnya.

Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga merupakan bentuk pengamalan iman dan takwa yang ada dalam diri kita di hadapan Allah SWT.

Penulis Irsyad Misbaul Ramdani Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu