Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Santriwati SPEAM Raih Juara Qiroatul Kutub

Iklan Landscape Smamda
Santriwati SPEAM Raih Juara Qiroatul Kutub
Aila Arofah Qotrunnada santriwati SPEAM meraih juara lomba qiroatul kutub di acara Fashmu 2 Jatim (Erlita Safitri/PWMU.CO)
pwmu.co -

Aila Arofah Qotrunnada, santriwati Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan, meraih juara lomba Qiroatul Kutub (membaca kitab) pada Festival Anak Saleh Muhammadiyah (Fashmu) kedua yang digelar Sabtu (4/10/25) di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Santriwati kelas XII asal Bondowoso itu menyampaikan bahwa dirinya diuji bersama puluhan peserta utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur.

Karena banyaknya peserta, Aila menuturkan babak penyisihan dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing peserta pada tiap kelompok diuji oleh seorang penguji.

Dari kedua kelompok tersebut terpilih sepuluh peserta terbaik yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Aila menjadi salah satu peserta yang berhasil lolos ke babak final.

Ia menuturkan, pada babak final pengujinya berjumlah dua orang, berasal dari dua kelompok sebelumnya. Aila diuji dengan pertanyaan yang hampir sama dengan babak penyisihan, namun dengan tingkat kesulitan yang lebih mendalam dan meluas.

Setelah mengikuti acara penutupan dan pengumuman pemenang tiap cabang lomba, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SPEAM Putri itu ditetapkan sebagai peraih special award pertama cabang Qiroatul Kutub.

Bagi Aila, mengikuti lomba Qiroatul Kutub di ajang Fashmu kali ini merupakan pengalaman pertamanya. Satu bulan sebelum pelaksanaan lomba tingkat wilayah, ia mengikuti seleksi tingkat daerah yang diadakan oleh Majelis Tabligh PDM Kota Pasuruan. Ia bersama dua rekannya dari SPEAM, yakni Sabrina Farzana dan Muhammad Galih, dinyatakan lolos untuk mewakili PDM Kota Pasuruan.

Aila bersyukur karena dapat lolos hingga babak final, sedangkan dua rekannya harus berhenti di babak penyisihan. Ia menuturkan bahwa sebelum mengikuti lomba, mereka bertiga mempersiapkan diri dengan belajar kepada pembimbing yang telah ditunjuk oleh pihak pesantren dan PDM.

“Banyak hal yang bisa saya ambil dari acara lomba kali ini. Saya bisa belajar membaca, mengartikan, dan menerjemahkan isi kitab berbahasa Arab tanpa harakat,” ungkapnya.

Ia berharap, pada ajang lomba Qiroatul Kutub berikutnya dapat meningkatkan potensinya serta mendoakan peserta lain dari Pesantren SPEAM agar juga dapat meraih prestasi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu