Malam inagurasi Forum Ta’aruf Mahasiswa (Fortama) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ahad (28/9/2025), tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus. Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan Brand Ambassador (BA) Umsida.
Program BA Umsida bertujuan memperkuat branding, meningkatkan keterhubungan dengan calon mahasiswa, serta menghadirkan figur yang mewakili semangat, prestasi, dan karakter kampus pencerah. Tahun ini, terpilih tujuh mahasiswa yang diberi nama Sapta Pencerah. Nama tersebut melambangkan tujuh fakultas yang ada di Umsida, sementara kata “pencerah” merepresentasikan tagline Umsida sebagai Kampus Pencerah.
Kepala Seksi Branding Umsida, Denny Ade Candra SIKom, menjelaskan kehadiran BA sangat penting untuk memperluas jangkauan branding universitas. “Ini juga merupakan langkah digital PR kami untuk menjembatani informasi dari kampus ke masyarakat,” terangnya.
Denny menambahkan, pengenalan kampus melalui media sosial perlu terus dikembangkan agar lebih dekat dengan generasi saat ini. Program ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni hingga dosen dan fakultas. “Para BA Umsida nantinya yang akan menggali dan mengolah semua hal di prodi dan fakultas untuk dikenalkan ke publik,” ujarnya.
Menurut Denny, antusiasme mahasiswa sangat tinggi pada seleksi perdana BA Umsida. Banyaknya pendaftar membuat proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek akademik, sikap, soft skill, dan hard skill. “Kami memilih calon BA berdasarkan berbagai aspek penting, karena mereka akan menjadi wajah Umsida,” jelasnya.
Ke depan, BA Umsida akan dibentuk dalam paguyuban dan dilakukan kaderisasi setiap tahun. “Ini masih tahun pertama. Tentu banyak hal yang perlu diperbaiki agar tahun berikutnya lebih baik,” imbuh Denny.
Salah satu mahasiswa terpilih adalah Shira Putri Amalia, prodi Ilmu Komunikasi, yang juga menjadi BA favorit. Ia mengikuti program ini karena tertarik mendapatkan pengalaman baru di dunia BA akademik. “Apalagi ini BA di bidang akademik, bukan brand seperti sebelumnya, jadi ingin mendapat pengalaman baru juga,” ungkap mahasiswa semester 7 itu.
Shira menuturkan, peran BA kampus berbeda dengan BA pada umumnya. Selain menampilkan sisi visual, mereka juga dituntut memiliki kemampuan digital branding. “Apalagi nantinya kami harus mengetahui semua elemen kampus, mulai dari prodi, fakultas, unit, hingga universitas,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan BA Umsida membuat masyarakat lebih mudah mengenal kampus melalui konten sederhana namun tetap informatif. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments