Dalam rangka penguatan ideologi dan penyelarasan misi organisasi, RSU Muhammadiyah Ponorogo menggelar kegiatan Baitul Arqom (BA) bagi karyawan kontrak menuju tetap tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (5-6/3/2026) ini, bertempat di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Jawa Tengah.
Mengusung suasana pegunungan yang sejuk dan tenang, sebanyak 28 peserta mengikuti rangkaian pembinaan intensif yang merupakan hasil kerja sama antara tim SDI dan AIK Rumah Sakit dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo.
Penyelarasan Misi dan Penguatan Ideologi
Ketua Panitia sekaligus Kabag SDI & AIK RSU Muhammadiyah Ponorogo, Sugeng Herwanto, S.Kep, Ners, menjelaskan bahwa Baitul Arqom ini merupakan instrumen penting untuk membentuk karakter kader yang tangguh.
“Motivasi Baitul Arqom ini adalah untuk membentuk kader yang siap berjuang di Muhammadiyah, memiliki dedikasi kerja tinggi sebagai sarana dakwah persyarikatan, serta siap berkontribusi aktif dalam kegiatan di tingkat Ranting, Cabang, maupun Daerah,” ujar Sugeng.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Panitia, Arifudin Khoironi, M.Pd, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk menyelaraskan visi pribadi karyawan dengan misi besar persyarikatan dan RSU Muhammadiyah Ponorogo.
Metode Interaktif dan “Jiwa Muda”
Berbeda dengan kesan kaku, pelaksanaan BA kali ini dikemas secara atraktif melalui kombinasi ceramah, diskusi, dan permainan (games).
Instruktur yang dihadirkan dinilai sangat energik dan mampu memahami psikologi peserta yang mayoritas merupakan generasi muda.
Salah satu peserta, Saiful Fauji, mengungkapkan kepuasannya atas konsep acara tersebut.
“Saya merasa sangat puas. Banyak ilmu baru dan pemahaman keislaman serta Kemuhammadiyahan yang didapat. Suasananya asyik buat belajar karena adem dan hening. Harapannya, pelaksanaan tahun depan bisa tetap seru seperti ini atau bahkan lebih baik lagi,” ungkapnya.
Pelatihan Kemandirian dan Hasil Memuaskan
Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga dilatih kedisiplinan ibadah dan kepemimpinan.
Mulai dari salat malam (tahajud), menjadi imam salat, mengikuti sesi Fathul Qulub, hingga berlatih menjadi MC, Qori, dan melakukan presentasi kelompok.
Sebagai penutup, peserta mengikuti kegiatan outbound untuk mempererat kerja sama tim. Keberhasilan penyerapan materi terlihat jelas dari hasil evaluasi; rata-rata nilai post-test peserta berada di angka 80 hingga 100 poin.
Di akhir acara, panitia memberikan apresiasi khusus kepada tiga peserta yang dinobatkan dalam kategori Peserta Teraktif, Terbaik, dan Tergokil sebagai bentuk penghargaan atas antusiasme mereka selama dua hari penuh.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments