Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sat-Set dan Solutif, Kader Aisyiyah Jatim Jadi Penggerak Dakwah Kesehatan Nasional

Iklan Landscape Smamda
Sat-Set dan Solutif, Kader Aisyiyah Jatim Jadi Penggerak Dakwah Kesehatan Nasional
Rektor Universitas Aisyiyah Yogyakarta Warsiti menyampaikan sambutan dalam acara Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (8/11/2025). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Gaya kerja cepat dan solutif atau yang dikenal dengan kultur sat-set menjadi ciri khas kader Aisyiyah Jawa Timur. Energi dan karakter lugas ini dinilai sebagai kekuatan utama dalam mempercepat gerak dakwah Aisyiyah, khususnya di bidang kesehatan.

Hal ini disampaikan Warsiti saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Nasional Batch VII Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Wilayah Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur di Surabaya, Sabtu (8/11/2025) .

Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu pusat pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat Aisyiyah. Karenanya, ia menargetkan peningkatan besar jumlah klinik dan rumah sakit di wilayah ini.

Sekarang ada empat rumah sakit dan tujuh klinik, kata Warsiti. “Insya Allah setelah konsolidasi ini menjadi 20 klinik. Ini salah satu target juga ya,” tegas Rektor Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta ini.

Dengan kultur yang juga sat-set, harapannya, ini menjadi semangat dalam menjalankan strategi langkah percepatan dakwah ini.

“Semangat Jawa Timur ini akan menjadi semangat kita bersama untuk bisa terus menguatkan dakwah kesehatan, begitu kira-kira,” ujarnya.

Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan yang digelar di setiap region ini menjadi batch yang ketujuh. Dihadiri oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Maluku, NTB, Papua, dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Jawa Timur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Konsolidasi ini bagi Warsiti merupakan wadah untuk menyatukan dan menguatkan arah langkah dakwah kesehatan Aisyiyah. Juga menjadi tempat refleksi tentang apa-apa yang sudah dilakukan dan akan dilaksanakan.

“Selanjutnya kita akan bisa melakukan identifikasi, peluang dan juga sekaligus tantangan kita untuk kemudian menyusun arah strategi percepatan dakwah Aisyiyah ini,” jelas Warsiti.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur Rukmini Ammar berharap dakwah kesehatan benar-benar bisa menjulang tinggi.

Di Jawa Timur, sebutnya, banyak daerah tapal kuda yang menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan dakwah.

“Maka, salah satu pintu peluang masuk yang sangat besar sekali, itu diawali dengan kesehatan,” tegasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu