
PWMU.CO – Belum genap satu bulan, tim siswa SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang. Setelah meraih juara 2 Nasional pada ajang National Business Plan Competition Universitas Muhammadiyah Malang (15/5/2025), kini giliran Mohammad Aidil Akbar, siswa kelas XI-3, menyabet juara 1 National Poster Competition dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2025.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli Penyalahgunaan Napza dan Penyebaran HIV/AIDS (UKM MAPANZA) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan pengumuman pemenang dilangsungkan pada Sabtu (31/5/2025).
BYE TOBACCO: Strategi Digital Berbasis 5A
Dalam lomba poster tersebut, Aidil sapaan akrab Mohammad Aidil Akbar mengusung tema BYE TOBACCO (Break Your Engagement with Tobacco): Upaya Konseling Secara Daring dengan Strategi 5A.
“BYE TOBACCO adalah solusi digital untuk membantu individu berhenti merokok melalui edukasi, pemantauan perkembangan, dan dukungan berkelanjutan. Tujuannya menciptakan masyarakat yang lebih sehat,” tulis Aidil dalam penjelasan posternya.
Aidil mengangkat latar belakang bahwa merokok masih menjadi masalah besar di Indonesia. Tantangan utama layanan konseling berhenti merokok adalah kekhawatiran terkait privasi, sehingga pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi yang relevan.
Dia juga menyertakan data dari laporan Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021 yang diterbitkan oleh Kemenkes RI dan WHO, yang menunjukkan bahwa paparan asap rokok di tempat umum masih tinggi: 74,2% di tempat makan dan 44,8% di tempat kerja. Selain itu, meski 78% perokok mengetahui peringatan kesehatan pada kemasan rokok, efektivitasnya masih rendah.
Didampingi Dua Guru Pembimbing
Dalam menyusun karya tersebut, Aidil mendapat bimbingan dari dua guru, yaitu Beny Andika SSi dan Jordan Adi Darmawan.
“Hampir satu minggu kami membimbing Aidil menyelesaikan karyanya. Semua ide-ide murni dari Aidil, kami hanya mengarahkan sistematika tulisan dan desain visualnya,” ujar Beny.
Strategi 5A WHO
Dalam kesimpulan posternya, Aidil menyatakan bahwa BYE TOBACCO bisa menjadi solusi alternatif untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan merokok, terutama melalui pendekatan konseling digital yang mudah diakses.
Keunggulan utama BYE TOBACCO adalah penerapan prinsip Strategi 5A dari WHO, yaitu:
- Ask (bertanya),
- Advise (membujuk),
- Assess (menilai),
- Assist (membantu),
- Arrange (mengatur).
Secara berurutan, juara 1 diraih oleh Mohammad Aidil Akbar dari SMAS Muhammadiyah 2 Genteng, juara 2 oleh Alya Hilvi Az-Zahra, dan juara 3 oleh Widyana Aryanti Rizky dari SMAS Islam Dian Didaktika. Selain itu, juga diumumkan 18 juara favorit dari seluruh Indonesia.
Informasi lengkap pengumuman dapat diakses melalui tautan: Instagram MAPANZA UNAIR. (*)
Penulis Abdul Muntholib Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments