Festival Literasi Tahun 2025 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah resmi dibuka oleh Bupati Nganjuk, Kang Marhaen Djumadi, pada Sabtu (15/11/2025) pukul 08.30 WIB. Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala dinas, kepala sekolah, guru, siswa, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa literasi tidak lagi dipahami sebatas membaca dan menulis. Literasi kini mencakup kemampuan memaknai kehidupan, memahami berbagai informasi, serta mengekspresikan cipta, rasa, dan karsa dalam bentuk karya.
Festival ini diselenggarakan selama lima hari, bertempat di Gedung Wanita, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Payaman, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
SD Aisyiyah 1 Nganjuk menjadi salah satu sekolah jenjang SD yang mendapat undangan khusus untuk berpartisipasi. Menyambut kesempatan tersebut, sekolah menyiapkan dua Duta Literasi, yakni Alyaa Khayra Dita Prasetyo dan Ubaid Ibrahim El Irawan.
Keduanya bertugas menyambut rombongan Bupati Nganjuk dan mengisi stan literasi yang menampilkan karya buku guru dan siswa, hasta karya terbaik, majalah sekolah, serta informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026–2027. Semua ditata rapi dengan desain menarik.
Kesempatan berharga ini juga dimanfaatkan oleh tim wartawan cilik (warcil) SD Aisyiyah 1 Nganjuk—Meyndra Putri Yilmaz Kusumawardhani, Clara Ozora Rachma Kusuma, dan Aliyah Rumaishah Ramadhani—yang sigap mewawancarai Bupati Nganjuk.
Dari wawancara tersebut, Kang Marhaen berpesan bahwa generasi muda perlu disediakan wadah atau komunitas yang aktif menggerakkan budaya literasi. Kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan diyakini mampu melahirkan kreativitas dan karya nyata untuk menghadapi tantangan masa depan.
Selain aksi warcil, tiga siswi SD Aisyiyah 1 Nganjuk juga tampil dalam sesi festival bakat minat melalui pertunjukan menyanyi dan membaca puisi. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Keikutsertaan SD Aisyiyah 1 Nganjuk pada Festival Literasi 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat komunitas sekolah, mengembangkan potensi literasi guru dan siswa, serta memperluas wawasan dalam menciptakan inovasi literasi yang bermanfaat. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments