Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda Tusida) Sidoarjo menorehkan prestasi gemilang dalam Lomba Gerak Jalan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI tingkat SD se-Kecamatan Tulangan.
Regu Putri sukses meraih Juara 2, sedangkan Regu Putra memperoleh Juara Harapan 3 pada Jumat (22/8/2025). Prestasi ini menjadi kado istimewa yang membanggakan bagi seluruh warga sekolah.
Lomba yang digelar pada pukul 13.30 hingga 17.00 WIB ini mengambil titik start di SDN Kenongo I dan berakhir di depan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan. Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti oleh sekitar 62 Sekolah Dasar, yang terdiri dari SD Negeri dan Swasta se-Kecamatan Tulangan.
Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan SD Muda Tusida, Tanty Sukriya Hannum SPd menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya mengikutsertakan dua regu, yaitu satu regu putra dengan nomor urut 101 dan satu regu putri dengan nomor urut 138.
“Persiapan dan latihan anak-anak terbilang sangat singkat dan kurang maksimal. Namun, berkat tekad, kerja keras, usaha, doa, serta semangat yang terus menyala dari para siswa, akhirnya tim mampu meraih hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Koordinator Sekolah bidang Kesiswaan, Widya Nurcahyanti SPsi, mengucapkan rasa syukurnya atas kerja keras panitia.
“Terima kasih atas kerja sama, tenaga, dan dukungan dari awal hingga akhir kegiatan. Semua berjalan lancar dan sukses. Tanpa mengenal lelah, setiap tugas dijalankan dengan apik,” tuturnya.
Ia juga bersyukur, berkat usaha, kerja keras, dan doa, kado terindah dapat dipersembahkan untuk sekolah tercinta. Regu Putri berhasil meraih Juara 2, sementara Regu Putra meraih Juara Harapan 3.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kostum Gerak Jalan, Arvi Andriani SPd juga memiliki pertimbangan khusus terkait kostum yang dikenakan dalam lomba gerak jalan kali ini.
“Tim kostum selain mengambil tema merah putih juga memperhatikan kenyamanan dan keleluasaan gerak anak-anak. Apalagi lomba gerak jalan ini berlangsung di siang hari dengan panas matahari yang terik membakar. Mulai dari topi, baju atasan dan bawahan serta aksesori lainnya berwarna merah putih,” jelasnya.
Menurut Arvi Andriani, hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme kepada anak-anak. Diharapkan, dengan mengenakan kostum ini, mereka menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti lomba.
“Ada pula cerita heroik dari panitia, khususnya tim kostum, menjelang waktu pembukaan dan pemberangkatan lomba. Saat itu, anggota regu putra belum hadir secara lengkap di lokasi. Meski sempat diliputi rasa cemas, panitia tetap berusaha tenang dan sigap. Akhirnya, seluruh anggota regu putra hadir lengkap. Dengan kerja sama dan bantuan dari seluruh panitia, kostum serta aksesori yang kurang pun berhasil dilengkapi dan diperbaiki tepat waktu,” terangnya.
Arvi Andriani menceritakan bahwa, hal serupa juga terjadi pada regu putri, di mana tiga guru berhasil membujuk ketua regu untuk mengenakan aksesori secara lengkap dan sesuai aturan. Rasa lega pun terpancar dari wajah ketiganya ketika sang ketua regu akhirnya bersedia berkompromi dan mengenakan topi dengan posisi yang benar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments