SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo) menutup rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kegiatan awarding pada Senin (15/9/2025).
Dengan mengusung tema “Kemilau Cinta Rasul”, kegiatan ini menjadi wujud kecintaan sekaligus upaya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Acara yang berlangsung meriah di halaman Kampus 1 SD Mudabo tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga 6, bersama guru dan karyawan sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SD Mudabo, Nurul Hidayah, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sesuatu yang diharamkan menurut hukum tarjih, namun juga tidak bersifat wajib.
“Oleh karena itu, kita menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk upaya meneladani sifat Rasulullah SAW,” jelasnya.
Ia menambahkan, tema “Kemilau Cinta Rasul” dipilih agar siswa semakin mencintai Rasulullah, tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
“Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak dapat meneladani akhlak beliau, baik dalam kehidupan di sekolah maupun di rumah,” harapnya.
Sebelumnya, berbagai lomba telah digelar, di antaranya tahfiz, azan, berkisah, da’i, kaligrafi, mewarnai, hingga yel-yel. Pada momen awarding ini, sekolah memberikan apresiasi kepada para pemenang. Setiap cabang lomba menetapkan juara 1 hingga 3 di masing-masing level.
“Lomba ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi seluruh siswa SD Mudabo tanpa terkecuali,” ujar Ustazah Nurul.
Ia menambahkan, selain menjadi sarana pengalaman, perlombaan juga diharapkan dapat melatih keberanian siswa untuk tampil di depan umum.
Salah satu siswa, Zhafran dari kelas 2A, turut menyampaikan kesannya. Ia mengaku sempat terdiam saat hendak membawakan yel-yel kelas, karena ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di hadapan banyak orang.
Pengalaman berkesan juga dirasakan oleh salah satu siswi kelas 1E, Naura Cordelia Khansa Rafani. Ia menuturkan bahwa dirinya berjuang selama beberapa minggu untuk mempersiapkan lomba yang diikutinya.
Awalnya, ia sempat merasa tidak percaya diri dan hampir menyerah. Namun, dengan tekad dan semangat yang terus diasah, akhirnya ia berhasil meraih juara pertama pada lomba tahfiz.
Melalui rangkaian perlombaan ini, manfaat nyata pun dapat dirasakan. Anak-anak memperoleh pengalaman berkompetisi, menumbuhkan daya juang, sekaligus mendapat dorongan untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW yang diajarkan dalam kegiatan tersebut. (*)






Luar biasa dahsyat