Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mugres Suguhkan Semangat Inklusif dan Kreativitas pada Visitasi LLSMMS 2025

Iklan Landscape Smamda
SD Mugres Suguhkan Semangat Inklusif dan Kreativitas pada Visitasi LLSMMS 2025
Dua juri LLSMMS 2025 didampingi kepala sekolah disambut dengan meriah dan ramah oleh para murid SD Mugres Kampus A (Abizar Purnama/PWMU.CO).
pwmu.co -

PWMU.CO — Sejak dari gerbang SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dua juri Lomba Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Sehat (LLSMMS) menerima sambutan istimewa.

Mereka tersambut oleh dua murid inklusi: Felicia Ramadhani dari kelas 5 dan Ahmad Hamdan Al Farisiy dari kelas 3.

Dengan senyum ceria dan penuh percaya diri, keduanya mengalungkan kain batik Gajah Mungkur sebagai tanda penghormatan khas SD Mugres.

Momen itu tak hanya menyentuh, tapi juga mengukuhkan komitmen SD Mugres sebagai sekolah yang inklusif dan ramah anak.

Dua juri yang hadir dalam visitasi LLSMMS, Selasa (05/08/2025), adalah Drs Mohammad Nurfatoni dari Majelis Dikdasmen-PNF PDM Gresik. Selain itu, juga Zufra Inayah SKM MKes, Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Saksikan Budaya Sehat SD Mugres

Kedatangan mereka bukan hanya untuk menilai kesiapan sekolah dalam lomba. Tetapi juga menyaksikan langsung budaya sehat dan ramah yang selama ini dibangun SD Mugres dalam keseharian.

“Fefe dan Ayis—sapaan kedua anak tersebut—menunjukkan bahwa inklusi bukan sekadar konsep, tapi praktik nyata di SD Mugres. Mereka diberi ruang, kesempatan, dan dukungan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing” ujar Devi Anggraini SPsi guru pendamping murid berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.

Devi menambahkan bahwa SD Mugres Kampus A berkomitmen mendampingi murid dengan berbagai latar belakang psikologis, sosial, dan ekonomi secara adil dan setara. “Inklusi adalah soal keberanian untuk memahami dan menerima perbedaan sebagai kekuatan” imbuhnya.

Tanggapan positif juga datang dari Drs. Mohammad Nurfatoni yang menyampaikan kekagumannya terhadap penyambutan hangat tersebut.

“Penyambutan dari anak-anak inklusi ini bukan hanya sehat secara lingkungan fisik, tapi juga sehat secara sosial” ujar Fatoni.

Para juri juga tersambut oleh dua murid model peragaan busana hasil kreasi dari bahan-bahan bekas. Dari plastik bekas kemasan, kertas koran, hingga kantong kresek diubah menjadi busana penuh warna dan artistik.

Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi pengelolaan sampah sekaligus kreativitas anak dalam mengolah barang tak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Busana dari bahan bekas ini menjadi bentuk konkret pembelajaran cinta lingkungan yang dikemas dengan seni dan kepercayaan diri anak-anak” terang Venna Yulia Rachmawati, guru yang mendampingi kedua model.

Lagu Cilukba

Tak berhenti di situ, para juri juga tersambut dengan penampilan grup vokal murid SD Mugres yang membawakan lagu “Cilukba” dengan semangat dan senyum ceria.

Lagu yang penuh keceriaan itu menghidupkan suasana pagi dan mencerminkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Tak kalah menarik, hadir pula pasukan Siap Grak, yaitu barisan murid yang dilatih khusus untuk menjadi pelopor kedisiplinan di lingkungan sekolah. Mereka tampil gagah, mengenakan seragam khusus, dengan langkah tegap menyambut juri dan mengawal acara visitasi.

Pasukan ini dilibatkan aktif dalam menjaga kebersihan kelas, mengingatkan teman sebayanya untuk buang sampah pada tempatnya. Serta mendukung program sekolah sehat lainnya.

Dan tentu saja, yang tidak pernah absen dari setiap kegiatan besar di SD Mugres adalah maskot kebanggaan sekolah.

Yakni Si Gogo, si gajah lucu dan ramah, yang ikut menyambut juri dengan lambaian dan tingkah lucunya. Si Gogo menjadi simbol sekolah ramah anak, kuat, cerdas, tapi juga lembut dan bersahabat.

Melalui visitasi ini, SD Mugres Kampus A kembali menegaskan peran strategisnya sebagai sekolah yang tak hanya mengejar prestasi akademik, Tetapi juga membentuk karakter kuat, peduli lingkungan, dan menjunjung nilai kemanusiaan.

“Kami ingin semua murid merasa dihargai dan dicintai. Baik itu yang punya keistimewaan tertentu, maupun yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Semua punya hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi” tutur Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari SPd saat mendampingi para juri berkeliling sekolah.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu