Semangat mencintai Al Quran kembali menunjukkan hasil nyata di lingkungan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A. Ahad 15/2/2026), Badan Tajdied Center (BTC) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik menyelenggarakan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an VI di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. Dalam wisuda tersebut SD Mugres mendapat predikat yang membanggakan.
Sebanyak 69 murid dan 4 guru SD Mugres Kampus A mengikuti prosesi wisuda setelah berhasil melewati tahap ikhtibar tahfiz. Ikhtibar tahfiz merupakan tahapan evaluasi untuk menguji kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta konsistensi murojaah peserta.
Adapun rincian peserta yang lulus terdiri atas 66 peserta juz 30, dua peserta juz 29, serta satu peserta juz 1 dan 2. Capaian tersebut sekaligus menjadikan SD Mugres Kampus A sebagai sekolah dengan jumlah wisudawan terbanyak pada kegiatan Wisuda Tahfiz VI tersebut. Predikat ini ditetapkan oleh BTC PDM Gresik.
Keikutsertaan guru dalam ikhtibar menjadi teladan nyata bahwa budaya menghafal Al-Quran juga tumbuh di kalangan pendidik, tidak hanya pada murid. Hadi Purnomo, S.Pd., selaku Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua. Kami berharap anak-anak tetap istikamah dalam membaca, murajaah, dan menghafal Al-Qur’an, terlebih setelah ini memasuki bulan suci Ramadan,” ujar Hadi.
Syiar Islam
Sementara itu, Dr. Muhammad Arfan Muammar, M.Pd.I., selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik sekaligus wali murid SD Mugres Kampus A, menyampaikan rasa bangga dan harunya.
“Saya merasa senang dan bangga. Senang karena anak bisa menyelesaikan hafalannya, dan bangga karena anak yang hafal Al Quran itu membanggakan orang tua, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” tutur Arfan.
Ia juga menegaskan bahwa manfaat terbesar belajar tahfiz sejak dini adalah sebagai bagian dari syiar Islam. Menurutnya, di tengah kondisi saat Al Quran mulai kurang dijadikan referensi utama dalam kehidupan umat, kehadiran generasi penghafal Al Quran menjadi harapan agar kitab suci kembali menjadi pedoman hidup.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para wisudawan terus menjaga hafalan dengan rutin melakukan murajaah, baik secara mandiri maupun bersama orang tua dan guru.
“Jangan berhenti menghafal. Tidak cukup hanya dua atau tiga juz, harus ada penambahan hafalan. Yang terpenting, hafalan itu harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan ayahanda Aiko Hikari Haromain ini. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments