Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah (SDM) 16 Baratajaya Surabaya menggelar kegiatan pembagian rapor hasil belajar semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Jumat–Sabtu (19–20/12/2025), mulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung di kelas masing-masing.
Pembagian rapor ini bertujuan menyampaikan laporan perkembangan akademik, nonakademik, serta sikap peserta didik secara langsung kepada orang tua. Melalui kegiatan tersebut, sekolah memberikan ruang komunikasi yang lebih intensif antara guru dan wali murid terkait proses belajar anak selama satu semester.
Pada pembagian rapor semester ganjil kali ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang beralamat di Jalan Baratajaya I Nomor 11 Surabaya menerapkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).
Penerapan gerakan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak serta sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan fenomena fatherless.
Sejak pagi, sejumlah wali murid, khususnya para ayah, tampak hadir ke sekolah dan memasuki kelas anak masing-masing untuk mengambil rapor. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Surabaya Nomor 400.13/34165/436.7.8/2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah.

Melalui surat edaran tersebut, para ayah diimbau untuk terlibat langsung dalam pengambilan rapor sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS) SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya, Heru Tjahyono, menyampaikan bahwa peran ayah sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.
“Terutama aspek psikologis dan penguatan karakter anak. Baik anak yang perempuan maupun laki-laki,” katanya.
Ia menambahkan bahwa anak tidak hanya membutuhkan dukungan secara finansial, tetapi juga kehadiran orang tua, khususnya ayah, secara utuh. “Kegiatan ini sangat penting bagi ayah untuk menunjukkan bahwa ayah sangat perhatian dan peduli serta mengalokasikan waktu dan hadir untuk mendukung anaknya,” tuturnya.
Salah satu wali murid kelas I, Fery Darmanto, mengaku terkesan dengan pelaksanaan pengambilan rapor melalui sistem komunikasi langsung dengan guru kelas.
“Guru kelas mampu menjelaskan kondisi anak di sekolah dengan baik terkait kemajuan nilai dan keterampilan siswa,” katanya.
Ia juga berharap guru kelas dapat menyampaikan kelemahan dan kekurangan peserta didik secara terbuka.
“Agar orang tua tahu bagaimana anaknya di sekolah dan bisa terus bersinergi untuk mendampingi siswa secara maksimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembagian rapor yang dibarengi dengan penerapan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya berupaya memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan serta perkembangan peserta didik secara berkelanjutan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments