SD Muhammadiyah 29 Surabaya menyelenggarakan kegiatan Darul Arqom Fase A dalam rangka mengisi Ramadan 1447 H dengan pembinaan keagamaan bagi siswa. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (23–25/2/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan Mubaraq, Mengukir Kebaikan Menggapai Keberkahan” tersebut diikuti seluruh siswa kelas V dan VI. Seluruh peserta diwajibkan menginap di sekolah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Program ini dirancang untuk melatih kemandirian sekaligus meningkatkan intensitas ibadah siswa di lingkungan sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Jatim, M.A., menjelaskan bahwa penamaan “Fase A” dalam Darul Arqom tahun ini memiliki tujuan khusus bagi siswa tingkat atas.
“Tujuan utama kami menyelenggarakan Darul Arqom Fase A ini adalah untuk penguatan akidah dan akhlak siswa. Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar menjalankan puasa secara seremonial, tetapi benar-benar memahami esensi ibadah melalui pembiasaan sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman yang mendalam,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan menginap di sekolah menjadi sarana pembelajaran kedisiplinan, terutama dalam pengelolaan waktu. Siswa dibiasakan mengatur aktivitas mulai dari sahur, salat berjamaah, tadarus, hingga istirahat malam secara terjadwal di bawah pendampingan guru.

Selain kegiatan pembinaan internal, sekolah juga melaksanakan aksi berbagi takjil gratis kepada warga di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Darul Arqom yang menekankan pembelajaran kepedulian sosial.
Menurut Jatim, kegiatan tersebut merupakan implementasi materi kepedulian yang disampaikan kepada siswa di kelas.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung bahagianya berbagi. Ini adalah wujud nyata dari sekolah berkemajuan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Menutup sesi wawancara, Jatim menyampaikan harapan agar kegiatan Darul Arqom memberikan dampak bagi perkembangan sikap dan perilaku siswa.
“Harapan kami, setelah keluar dari Darul Arqom ini, ada perubahan perilaku yang positif. Mereka menjadi pribadi yang lebih religius, mandiri, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama. Semoga nilai-nilai kebaikan yang diukir selama tiga hari ini menjadi bekal mereka untuk menggapai keberkahan hidup di masa depan,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments