Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Surabaya. SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Angklung-Kolintang tingkat Kota Surabaya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan di Alfa Omega School, Selasa (31/3/2026).
Tim ensambel yang dikenal dengan nama The Sixers Ethnic Symphony atau SIXsES ini tampil memukau di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Nama SIXsES sendiri memiliki filosofi mendalam, dengan pelafalan menyerupai kata “success” yang menjadi simbol harapan dan semangat para siswa untuk terus berprestasi.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Tim SIXsES harus melalui proses seleksi ketat mulai dari tingkat Kecamatan Wonokromo. Setelah lolos sebagai dua besar, mereka melanjutkan perjuangan ke tingkat wilayah Surabaya Selatan sebelum akhirnya tampil di tingkat kota.
Pada babak final, tim ini menurunkan total 38 siswa yang terdiri dari 3 vokalis, 6 pemain kolintang, dan 29 pemain angklung.
Mereka membawakan medley lagu khas Surabaya seperti Semanggi Suroboyo, Rek Ayo Rek, Lenggang Suroboyo, Surabaya Oh Surabaya, dan Tanjung Perak. Penampilan tersebut semakin lengkap dengan lagu daerah Si Patokaan dari Manado.
Perpaduan alat musik tradisional yang dimainkan dengan penuh harmoni, ditambah koreografi yang menarik, membuat penampilan mereka tampil atraktif di atas panggung.
Pelatih musik Syamsul Hadi bersama pelatih koreografi Rr. Ike Zane Hartarizka mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa selama latihan serta dukungan penuh dari orang tua dan pihak sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Munahar, juga menyampaikan rasa bangganya atas penampilan para siswa.
Menurutnya, anak-anak telah menunjukkan performa terbaik dengan harmonisasi yang indah serta penampilan yang atraktif.
Selain menjadi kebanggaan sekolah, prestasi ini juga membuka peluang lebih besar. Berdasarkan komunikasi dengan Dinas Pendidikan, tim SIXsES berpotensi menjadi wakil Kota Surabaya jika kompetisi serupa digelar di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tidak hanya itu, prestasi tersebut juga dapat menjadi nilai tambah bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi melalui jalur prestasi.





0 Tanggapan
Empty Comments