SD Muhammadiyah GKB 2 menyelenggarakan praktik penanganan pertama pada luka dalam pembelajaran pengembangan diri bagi siswa kelas VI di selasar kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah dalam menanamkan kecakapan hidup (life skill) sejak dini pada hari Kamis (12/2/2026).
Praktik pertolongan pertama tersebut dipandu langsung oleh Isna Amalia Amd Kep sebagai petugas UKS dari Klinik Aisyiyah GKB. Siswa mendapatkan pembekalan mengenai jenis luka yang sering dialami anak-anak di sekolah serta langkah-langkah penanganan yang benar.
Irma Sonya Suryana S Kom MSi selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam membekali siswa dengan keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
“Kecakapan hidup seperti pertolongan pertama sangat penting dimiliki siswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bersikap mandiri, tanggap, dan peduli terhadap diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Dokter Cilik
Dalam penyampaian materi, pemateri menjelaskan tiga tahapan dasar merawat luka, yaitu menyiram luka menggunakan larutan NACL 0,9% dan membersihkannya dengan kasa steril, memberikan povidone iodine, serta menutup luka menggunakan kasa steril dan plester. Setelah itu, siswa langsung melakukan praktik secara berkelompok.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Beberapa siswa berperan sebagai korban, sementara siswa lainnya berperan sebagai dokter cilik. Mereka bergantian mempraktikkan cara membersihkan luka dan membalut perban sesuai arahan pemateri.
Sonya panggilan akrabnya menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program unggulan sekolah yang memiliki kader dokter cilik dan kader Tiwisada (Bhakti Wiyata Husada). Program tersebut mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah GKB 2 Farikha SPd menyatakan bahwa sekolah berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan keterampilan hidup siswa.
“Kami mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang membentuk siswa agar lebih mandiri, peduli, dan siap menghadapi situasi sehari-hari. Keterampilan dasar seperti pertolongan pertama sangat penting dikenalkan sejak usia sekolah dasar. Apalagi, anak-anak seusia mereka sangat aktif dalam bermain dan tidak sengaja terluka,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa terlihat aktif dan antusias. Mereka memperhatikan setiap langkah yang dicontohkan dan berusaha mempraktikkannya dengan benar. Mereka praktik dengan cara berkelompok agar untuk melatih kerja sama.
Melalui pembelajaran pengembangan diri ini, sekolah berharap siswa memiliki bekal keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kecakapan hidup yang bisa mereka terapkan dengan mudah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments