SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sekaligus menarik minat calon siswa baru. Kepala Sekolah Muhammad Syaifudin Zuhri MPd memaparkan sejumlah strategi yang dijalankan untuk mencapai target tersebut.
“Strategi pertama adalah pembenahan internal. Tidak boleh ada jarak atau gap antara guru, karyawan, dan pimpinan. Semua punya hak dan kewajiban yang sama sesuai tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2025).
Menurutnya, seluruh guru wajib bersatu dalam menjalankan program kerja sekolah. Setiap kegiatan disusun secara bersama-sama untuk menghindari perpecahan dan persaingan tidak sehat.
“Kami fokus pada kepuasan orang tua (customer), bukan saling menjatuhkan. Kalau internal solid, perkembangan sekolah akan lebih cepat,” tegasnya.
Untuk memacu kreativitas tenaga pendidik, Syaifudin memberikan apresiasi kepada guru yang berprestasi. Salah satunya dengan penghargaan bagi karya tulis di media senilai Rp10 ribu per artikel.
“Yang berprestasi ada reward, yang melanggar tetap ada sanksi,” jelasnya.
Walau belum mampu menggaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR), sekolah berusaha memberikan kenyamanan melalui fasilitas tambahan. Antara lain SPP gratis untuk anak guru, potongan 25 persen biaya kegiatan, penyediaan seragam, dan buku.
Bagi siswa dari keluarga kurang mampu, SD Muhdelta menjalankan program subsidi silang dan gerakan orang tua asuh yang telah berlangsung selama setahun terakhir.
Saat ini SD Muhdelta memiliki 52 guru dan karyawan, dengan 15 rombongan belajar dan total 335 siswa. Pada tahun ajaran 2025–2026, sekolah menerima 78 siswa baru, termasuk beberapa siswa pindahan.
Sekolah ini juga ramah bagi anak berkebutuhan khusus, dengan lima siswa inklusi yang didampingi guru berpendidikan bimbingan konseling dan psikologi.
Pengembangan potensi siswa difasilitasi melalui lebih dari 20 kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari robotik, olahraga, paskibra, hingga jurnalisme. Hasil karya siswa dan guru bahkan telah dibukukan.
Syaifudin menegaskan, SD Muhdelta tidak sekadar mengusung slogan “sekolah kreatif”, tetapi membangun tim kreatif yang solid.
“Prinsip kami adalah HEBAT: Humble, Excellent, Berani, Aktif, Totality. Pribadi yang rendah hati, unggul, dan berani,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments