SD Muhammadiyah 3 Assalaam (SD Mumtas) Kota Malang menyalurkan sebanyak 1,90 ton beras zakat fitrah serta 100 paket parcel Lebaran kepada para penerima manfaat pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan Pondok Ramadan di lingkungan sekolah.
Beras zakat dan parcel Lebaran tersebut diperoleh dari wali murid SD Muhammadiyah 3 Assalaam, masyarakat sekitar, serta dewan guru yang menunaikan zakat fitrah melalui sekolah. Seluruh zakat yang terkumpul kemudian dikelola dan disalurkan kepada para penerima manfaat yang berhak menerimanya.
Penyaluran zakat berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para siswa. Sejak dua hari sebelumnya, para siswa bersama dewan guru telah mulai mengemas beras zakat dan parcel yang akan disalurkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya berbagi dan kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dilibatkan secara simbolis, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam proses pengelolaan zakat, mulai dari penerimaan, pengemasan, hingga penyaluran kepada penerima manfaat. Dengan demikian, para siswa dapat memahami secara langsung bagaimana praktik zakat dilakukan dalam kehidupan nyata.
Pihak sekolah membuka penerimaan zakat fitrah dalam dua bentuk, yakni beras maupun uang tunai. Besaran zakat yang diterima setara dengan 2,5 hingga 3 kilogram beras per orang. Sementara itu, zakat yang diserahkan dalam bentuk uang tunai akan dikonversikan menjadi beras sebelum kemudian dibagikan kepada para penerima manfaat.
Pendidikan Karakter
Kepala SD Muhammadiyah 3 Assalaam, Syai’in Kodir, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menyalurkan zakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi siswa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran deep learning bagi siswa. Mereka tidak hanya mempelajari zakat secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana proses pengelolaan zakat, mulai dari penerimaan hingga penyaluran kepada yang berhak,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama. Ketika mereka kelak menjadi bagian dari masyarakat, mereka sudah memahami bagaimana zakat itu dijalankan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, SD Mumtas terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada para siswa, sekaligus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments