
PWMU.CO – SD Mumtaz kembali melanjutkan rangkaian pelatihan bagi Guru Pendamping Inklusi (GPI) dalam mendukung layanan pendidikan siswa dengan Perluasan Dukungan Pendidikan (PDPD). Kegiatan berlangsung pada Kamis 17/7/2025) dan Sabtu (19/7/2025) di Aula Gedung 1, dan diikuti oleh seluruh GPI, baik guru lama maupun guru baru.
Pelatihan hari ketiga difokuskan pada Intervensi Klinis dan Bedong. Kegiatan ini bertujuan membekali guru dengan pemahaman serta keterampilan dasar dalam memberikan intervensi klinis ringan dan teknik olah tubuh seperti membedong (swaddling).
Teknik ini digunakan untuk menstimulasi regulasi sensorik dan membantu ketenangan fisik, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan pemrosesan sensori dan autisme.
Salah satu pemateri menyampaikan, “Intervensi olah tubuh seperti bedong bukan hanya untuk bayi, tetapi juga bisa dimodifikasi secara aman untuk membantu anak berkebutuhan khusus merasa lebih tenang, fokus, dan siap belajar.”
Peserta pelatihan juga mendapatkan materi tentang etika dalam pemberian intervensi, pentingnya koordinasi dengan orang tua dan tenaga medis, serta pencatatan hasil intervensi sebagai bagian dari evaluasi perkembangan siswa.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pelatihan dilanjutkan dengan materi tentang penyusunan matriks pembelajaran, modifikasi kurikulum, penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), dan pelaporan hasil belajar bagi siswa inklusi. Materi ini disampaikan oleh Koordinator Inklusi SD Mumtaz.
Pada sesi pertama, peserta dilatih menyusun matriks pembelajaran yang mengintegrasikan tujuan kurikulum nasional dengan kebutuhan individual siswa. Dilanjutkan dengan strategi modifikasi kurikulum dari sisi isi, proses, dan produk agar siswa PDPD tetap dapat mengikuti pembelajaran secara optimal dan percaya diri.
Sesi berikutnya membahas penyusunan PPI yang memuat target pembelajaran di berbagai domain: akademik, sosial, motorik, dan keagamaan.
Model pelaporan ini bertujuan memberikan umpan balik bermakna kepada orang tua tentang kemajuan anak, sekecil apa pun perkembangannya. Pelatihan berlangsung interaktif dengan praktik langsung dan kerja kelompok.
Guru-guru juga diberi kesempatan menyusun draft PPI dan matriks sederhana berdasarkan studi kasus siswa yang mereka dampingi.
Dengan selesainya seluruh rangkaian pelatihan ini, SD Mumtaz semakin menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan yang inklusif, adil, dan berpihak pada keberagaman kebutuhan peserta didik. (*)
Penulis Inggit Iksan Ferredik Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments