SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Acara yang diselenggarakan di Hotel Platinum Tunjungan Surabaya ini berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai Rabu-Minggu (10-14/9/2025).
Kegiatan strategis ini merupakan hasil kerja sama antara Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Bimtek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru Muhammadiyah dalam menjawab tantangan era digital sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran.
Para peserta dibekali dengan beragam materi, mulai dari penyusunan Perangkat Perencanaan Mengajar (PPM) berbasis kurikulum terkini, pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran, hingga praktik peer teaching yang menerapkan rancangan pembelajaran mendalam dengan kombinasi KKA dan PPK.
Pada kesempatan ini, SD Mumtaz mengutus dua orang guru, yaitu Reni Hartanti, S.Pd., dan Dinah Afifah, S.Pd.
Partisipasi keduanya merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya pendidik. Selama mengikuti Bimtek, mereka terlibat secara aktif dalam setiap sesi, baik dalam diskusi teoretis maupun praktik lapangan.
Dinah Afifah menegaskan bahwa Bimtek ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperluas cakrawala berpikir para pendidik.
“Melalui kegiatan ini, kami semakin memahami secara mendalam konsep Pembelajaran Mendalam sesuai dengan prinsipnya, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Selain itu, kami juga memperoleh wawasan tentang KKA dan PPK. Semua hal tersebut menjadi bekal berharga untuk memperkaya strategi pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Reni Hartanti menilai bahwa Bimtek ini sangat relevan dengan kebutuhan guru di era Pendidikan 5.0.
“Ilmu yang kami peroleh sangat beragam, mulai dari penyusunan PPM yang lebih sistematis, pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran, hingga praktik coding dan peer teaching. Seluruh pengalaman ini akan kami terapkan di sekolah agar proses belajar mengajar menjadi lebih kontekstual, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Co-Pilot Region Jawa Timur, Ir. Sudarusman, menegaskan bahwa Bimtek ini bukan sekadar forum berbagi informasi, melainkan sebuah program percepatan dalam peningkatan kualitas guru.
“Bimtek ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi wadah untuk melahirkan guru-guru unggul yang berkomitmen, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika pendidikan abad ke-21,” tegasnya.
Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan ini, SD Mumtaz meneguhkan posisinya sebagai sekolah yang progresif, inovatif, dan adaptif.
Partisipasi guru dalam forum nasional seperti ini menjadi bukti nyata bahwa SD Mumtaz senantiasa berupaya menghadirkan pembelajaran unggul yang berbasis teknologi dan berlandaskan nilai-nilai karakter Islami. Langkah ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments