
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 (Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, menggelar program Gerakan Emas Penghafal al-Qur’an dan Asmaul Husna (GEMPAR) sebagai bagian dari pembiasaan pagi.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari Selasa dan mulai diterapkan di lapangan depan kelas sejak semester dua.
Pada Selasa (28/2/2025), seluruh siswa dari kelas I hingga VI sudah berbaris rapi sesuai kelas mulai pukul 06.45 WIB.
Barisan dimulai dari kelas I di sebelah timur hingga kelas VI di sebelah barat, dengan masing-masing wali kelas mendampingi siswanya.
Pembiasaan Hafalan al-Qur’an dan Asmaul Husna
Kegiatan GEMPAR diawali dengan pembacaan doa belajar yang diikuti serempak oleh seluruh siswa dan guru. Doa tersebut dipimpin oleh siswa kelas IV, Arunika M. Aiman Albaghiz.
Setelah itu, para siswa melanjutkan hafalan al-Qur’an dengan membaca surat Al-Insyirah, dipandu oleh Firyal Syakira Mahira. Suaranya yang melenting namun jelas membuat seluruh siswa semakin bersemangat mengikuti lantunan ayat suci.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bellah Iasyah Meylindah SPd kemudian memberikan simulasi membaca dan menggerakkan lima Asmaul Husna, yaitu Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, dan As-Salam.
Pada pertemuan sebelumnya, siswa telah menghafal lima nama tersebut. Kali ini, dua Asmaul Husna baru ditambahkan, yaitu al-Mu’min (Yang Maha Terpercaya) dan al-Muhaimin (Yang Maha Memelihara).
“Seluruh siswa menyaksikan simulasi terlebih dahulu, kemudian menirukannya bersama wali kelas dan guru. Kegiatan ini kemudian diuji coba secara bergilir dari kelas I hingga VI dengan mengikuti arahan wali kelas masing-masing,” ujar Bellah.
Menanamkan Nilai Islami dalam Kehidupan Sehari-hari
Bellah menjelaskan bahwa tujuan utama GEMPAR adalah agar siswa SD Muri tidak hanya mengenal dan menghafal Asmaul Husna, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, siswa bisa membaca Asmaul Husna setelah shalat, berdzikir, dan membiasakan diri menyebut nama-nama Allah yang baik dalam keseharian mereka,” tuturnya.
Salah satu siswa kelas IV Pancarona, Mikaila Raniya, mengungkapkan kebahagiannya mengikuti GEMPAR.
“Sekarang aku lebih senang membaca Asmaul Husna karena ada gerakannya, jadi lebih mudah diingat,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain menumbuhkan semangat hafalan, GEMPAR juga meningkatkan motivasi belajar siswa.
“Mereka lebih serius karena setiap hari Selasa ada setoran hafalan kepada wali kelas. Setelah shalat pun mereka membaca doa yang diawali dengan Asmaul Husna, dan jika dilakukan setiap hari tentu akan lebih bermanfaat,” tambah Bellah.
Wali kelas III, Ika Heri Pratiwi SPd menyampaikan bahwa sejak program GEMPAR diterapkan, terlihat perubahan positif pada kebiasaan siswa.
“Biasanya saat istirahat, anak-anak bermain dengan alat permainan atau berlarian di lapangan. Sekarang, mereka lebih sering berlatih Asmaul Husna bersama teman sejenis sambil menggerakkan tangan sesuai gerakan hafalan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa anak-anak begitu asyik menghafal hingga tidak terasa bel masuk pelajaran kembali berbunyi.
Kepala SD Muri, Riza Agustina WS SPd MPd berharap GEMPAR dapat terus berlanjut hingga seluruh siswa mampu menghafal 99 Asmaul Husna dengan sempurna.
“Konsep dasar yang kami tanamkan adalah 3T: Terekam, Terbaca, dan Terlaksana. Dengan begitu, harapannya siswa bisa mengamalkan hafalannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi SD Muri untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, sesuai harapan para orang tua dan pendidik di sekolah. (*)
Penulis Erna Hamidah Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments