
PWMU.CO – Suasana khidmat dan haru menyelimuti suasana di halaman SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik. Pasalnya SD Muwri menggelar Khotmul Quran dan Imtihan Tahfidh Metode Ummi angkatan pertama, yang diikuti oleh 32 siswa-siswi, Ahad (20/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung tepat pukul 07.00 WIB hingga siang ini dihadiri oleh para orang tua, guru, pengurus komite sekolah, Dikdasmen, Pengawas Sekolah, serta tokoh-tokoh pendidikan Islam di wilayah Wringinanom dan Gresik.
Para siswa yang menjadi peserta tampak percaya diri dan bahagia ketika tampil di depan umum untuk membaca ayat-ayat al-Quran secara tartil, sesuai dengan tajwid, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan penguji dengan lancar.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muwri, Kholiq Idris menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi menghantarkan anak-anak menjadi hafidz dan hafidzah Juz 30. Mereka adalah anak-anak hebat yang kelak akan menarik kita ke surga,” ujarnya penuh haru.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan bangsa. “Kita yakin bahwa yang dapat merubah kondisi saat ini menuju masa depan yang lebih baik adalah pendidikan. Dan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai al-Quran akan melahirkan generasi yang kuat secara iman, ilmu, dan akhlak,” imbuhnya.
Keistimewaan dari kegiatan ini adalah hadirnya Kepala Ummi Foundation Gresik, Fatkhur Razy MPd yang turut mendampingi memimpin proses khotaman dan imtihan secara langsung.
Dalam keterangannya, Fatkhur Razy menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian luar biasa yang ditorehkan oleh SD Muwri.
“Menurut standar sebuah lembaga, untuk bisa menghasilkan lulusan yang tartil dan hafal Juz 30 itu biasanya membutuhkan waktu 4 tahun. Tapi SD Muwri berhasil membuktikan bahwa hal itu bisa dicapai dalam waktu hanya 1 tahun, ini luar biasa,” ungkapnya bangga.
Razy juga memberikan analogi menarik terkait pelaksanaan imtihan yang dilakukan secara terbuka di depan publik.
“Biasanya, ujian publik itu hanya ada di program doktoral. Untuk jenjang S1 atau S2 saja umumnya tidak dilakukan secara publik. Maka ini menunjukkan bahwa SD Muwri sedang menyiapkan doktor al-Quran, generasi emas Qurani yang sangat istimewa,” jelasnya, disambut tepuk tangan para hadirin.
Salah satu peserta, Siti Uswatun Hasanah kelas 6 Salaman Al Farisi, mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini.
“Senang sekali bisa ikut khotmul Quran dan imtihan tahfidh, apalagi ia merupakan peserta pertama yang diuji dan bisa menjawab pertanyaan dengan lancar di depan semua orang. Terima kasih kepada ustadzah dan bunda yang selalu mendukung,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Tak hanya sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi spiritual bagi seluruh yang hadir. Orang tua siswa tampak meneteskan air mata saat melihat anak-anak mereka tampil dengan percaya diri membaca ayat-ayat suci.
Ini bukan hanya momen kelulusan program tahfidh, tapi juga sebuah perayaan iman dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Sebagai penutup acara, para siswa mendapatkan penghargaan simbolis berupa sertifikat tanda kelulusan, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kesungguhan mereka dalam belajar membaca dan menghafal al-Quran.
Dengan diselenggarakannya Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi angkatan pertama ini, SD Muwri kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah unggul dalam pendidikan karakter Islami.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lain untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Penulis Rahmat Syayid Syuhur Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments