Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sehat untuk Beribadah, Tema Kajian Pra-Ramadan PCM Gresik

Iklan Landscape Smamda
Sehat untuk Beribadah, Tema Kajian Pra-Ramadan PCM Gresik
dr. Agus Ali Fauzi (berdiri) saat menyampaikan tausiahnya dalam Kajian Spesial Pra-Ramadan di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Ahad (25/01/2026) (Noor Wahyudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Gresik bersama PC Aisyiyah Gresik, PC Nasyiatul Aisyiyah Gresik, dan PC Pemuda Muhammadiyah Gresik menggelar Kajian Spesial Pra-Ramadan 1447 H. Kegiatan ini di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik, Jalan KH Kholil 90 Gresik, Ahad (25/01/2026).

Kajian ini diikuti oleh warga dan simpatisan Muhammadiyah Gresik, guru dan pegawai dari SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B, SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), serta para tenaga medis dan karyawan RS Muhammadiyah Gresik (RSMG). Sejak pagi, masjid tampak dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti kajian sebagai bekal menyambut Ramadan dengan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Menghadirkan dr. Agus Ali Fauzi, PGD.Pall.Med., seorang dokter spesialis paliatif, kajian ini mengangkat topik “Kiat Sehat untuk Lebih Semangat Beribadah”. Dalam pemaparannya, dr. Agus menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama agar ibadah, khususnya di bulan Ramadan, dapat dijalani secara optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, menjaga kesehatan bukan sekadar urusan duniawi, tetapi harus diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt.

Mindset Positif

Dr. Agus mengingatkan pentingnya memiliki mindset positif dan tidak mudah mengeluh terhadap kondisi tubuh maupun keadaan hidup. Sikap banyak mengeluh, menurutnya, justru akan memperberat beban pikiran dan berdampak pada menurunnya kesehatan.

“Sebaliknya, sikap menerima, bersyukur, dan berpikir positif akan membantu tubuh tetap bugar dan jiwa lebih tenang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan beberapa kunci penting dalam menjaga kesehatan, di antaranya dengan memperkuat silaturahmi, memperbanyak sedekah, gemar berbuat baik, serta mengendalikan emosi agar tidak mudah marah, tersinggung, cemas, maupun khawatir berlebihan. Semua hal tersebut, lanjutnya, memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan fisik.

Dalam kajian tersebut, dr. Agus memperkenalkan konsep 5F, yaitu Fit, Fresh, Fun, Food, dan Fasting. Fit berarti menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik yang sesuai kemampuan. Fresh bermakna menjaga kesegaran pikiran dengan pikiran positif.

Fun menekankan pentingnya menjalani hidup dengan perasaan gembira. Food berkaitan dengan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Sementara fasting bukan hanya puasa Ramadan, tetapi juga puasa sunah yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan spiritual.

Salah satu indikator tubuh yang sehat, menurut dr. Agus, adalah lancarnya metabolisme, yang ditandai dengan keringat, buang air kecil, buang air besar, kentut, hingga lendir di tenggorokan yang berjalan normal. Ia mengingatkan jamaah untuk peka terhadap sinyal tubuh dan tidak mengabaikan gangguan kesehatan ringan yang berpotensi menjadi masalah serius.

Refleksi

Menariknya, dr. Agus menyampaikan refleksi bahwa sekitar 98 persen manusia tidak siap menghadapi kematian, namun ironisnya hanya sedikit yang benar-benar menjaga kesehatan agar tidak cepat jatuh sakit. Oleh karena itu, ia mengajak jemaah untuk terus meng-upgrade ilmu dan kompetensi, termasuk pengetahuan tentang kesehatan, sebagai bentuk ikhtiar panjang dalam menjaga amanah tubuh dari Allah Swt.

Dalam hal olahraga, dr. Agus menekankan agar dilakukan sesuai kemampuan dan sesuai hati, tanpa paksaan. Olahraga yang dilakukan dengan senang justru akan memberi manfaat lebih besar dibandingkan olahraga berat yang dilakukan dengan terpaksa.

“Ibadah sunah yang sangat dahsyat manfaatnya, baik secara spiritual maupun kesehatan, antara lain salat tahajud, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah,” tegasnya.

Menurutnya, upaya terbebas dari stres tidak bisa dilepaskan dari kedekatan kepada Allah Swt. Kesehatan jiwa akan terjaga jika seseorang senantiasa melibatkan Allah dalam setiap urusan hidupnya, termasuk dalam menjaga kesehatan dan menjalankan ibadah.

Sementara itu, Hadi Purnomo, S.Pd., selaku Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, menyampaikan bahwa kajian pra-Ramadan ini sangat relevan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Ia menilai materi yang disampaikan tidak hanya memberi wawasan kesehatan, tetapi juga menguatkan kesadaran bahwa tubuh yang sehat adalah sarana utama untuk beribadah dan mengabdi secara maksimal.

Hadi berharap semangat menjaga kesehatan yang diniatkan untuk ibadah ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan.

“Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang, ibadah pun dapat dijalani dengan lebih khusyuk, konsisten, dan penuh keberkahan,” pungkas Hadi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu