Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), H Arifin SKM MKes memberikan materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kepada mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama). Acara ini berlangsung pada hari Senin (01/09/2025) dengan penuh antusiasme dari para peserta.
Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang memanusiakan manusia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Quran tidak hanya sekadar untuk dibaca, tetapi harus dipahami secara mendalam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut, menurutnya, berlaku baik ketika mahasiswa berada di lingkungan kampus maupun ketika terjun langsung di tengah masyarakat.
Beliau juga mengisahkan sejarah berdirinya Muhammadiyah yang dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan. Gerakan ini terinspirasi dari surat Ali Imran ayat 104 yang menekankan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar.
Muhammadiyah, sama seperti organisasi Islam lainnya, lahir dari semangat dakwah, kepedulian sosial, serta dorongan untuk memajukan umat melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Landasan utama Muhammadiyah adalah tauhid, berpijak pada al-Quran dan as-Sunnah, serta hadir sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia,” tuturnya di hadapan mahasiswa baru.
Lebih lanjut, H. Arifin menjelaskan kiprah besar Muhammadiyah dalam dunia pendidikan dan kesehatan. Saat ini, Muhammadiyah telah mendirikan ratusan sekolah, rumah sakit, dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Bahkan, kontribusinya merambah ke dunia internasional dengan hadirnya Universitas Muhammadiyah Malaysia sebagai wujud nyata kiprah global Muhammadiyah.
“Karena itu, UMLA disebut sebagai global university yang terus berupaya menghadirkan pendidikan berkualitas, unggul, serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Selain menjelaskan sejarah dan peran Muhammadiyah, beliau juga mengingatkan mahasiswa baru agar memanfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas menimba ilmu akademik, tetapi juga harus membangun karakter Islami, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan visi Umla yang ingin mencetak lulusan berdaya saing global sekaligus berakhlak mulia.
Materi AIK ini menjadi pengingat penting agar mahasiswa baru memahami nilai-nilai dasar Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi dalam menempuh pendidikan.
Dengan bekal tersebut, diharapkan mahasiswa mampu menjunjung tinggi etika, berkontribusi nyata untuk masyarakat, serta menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat, bangsa, dan peradaban dunia.
Pesan ini meneguhkan bahwa mahasiswa Umla harus siap menjadi generasi unggul, beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi seluruh umat.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments